POLDA-SULBAR, Intelijennews.com., – Persaingan sengit mewarnai proses seleksi penerimaan calon Bintara dan Tamtama Polri di jajaran Polda Sulawesi Barat. Sebanyak 1.029 peserta, terdiri dari 928 pria dan 101 wanita, berjuang keras untuk bisa lolos ke tahapan berikutnya dalam proses seleksi, yakni Rikkes Tahap II.
Seleksi ini menjadi penentu nasib para peserta yang telah melewati berbagai tahapan ujian, mulai dari seleksi administrasi, akademik, hingga psikotes. Raut tegang tampak jelas di wajah para calon polisi saat mereka berkumpul dalam sidang kelulusan yang digelar secara terbuka dan transparan.
Sidang kelulusan dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Adang Ginanjar, didampingi Wakapolda dan Irwasda. Turut hadir para panitia seleksi serta orang tua peserta yang menantikan hasil dengan penuh harap.
Dalam sambutannya, Kapolda menekankan bahwa seleksi dilakukan secara objektif dan akuntabel, sebagai bentuk komitmen Polri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang bersih dan berkualitas.
“Ini adalah tahapan yang sangat menentukan. Kami pastikan seluruh proses dilakukan secara jujur dan transparan. Siapapun yang lolos adalah mereka yang benar-benar memenuhi syarat dan layak melanjutkan ke tahapan berikutnya,” tegas Kapolda.
Dari total peserta, hanya 127 orang yang dinyatakan lulus dan melanjutkan ke Rikkes Tahap II. Rincian peserta yang lulus sebagai berikut:
Bintara PTU: 104 orang (95 pria dan 9 wanita) dari total 919 peserta.
Bintara Brimob: 12 orang (semua pria) dari total 80 peserta.
Bintara Polairud: 4 orang (semua pria) dari total 21 peserta.
Bakomsus: 5 orang (3 pria dan 2 wanita) dari total 7 peserta.
Bintara Rekrutmen Proaktif: 2 orang (1 pria dan 1 wanita) dari total 2 peserta.
Jumlah tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan. Hanya sekitar 12% peserta yang berhasil melaju ke tahap berikutnya, membuktikan bahwa hanya yang terbaik yang mampu bertahan.
Suasana ruang sidang pun berubah haru ketika nama-nama peserta diumumkan. Sebagian besar bersorak penuh syukur, sementara sebagian lainnya harus menerima kenyataan dengan tegar. Namun, momen ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat.
Kapolda Sulbar memberikan motivasi khusus kepada peserta yang belum berhasil, agar tetap menjaga semangat dan tidak menyerah pada kegagalan.
“Kalian sudah menunjukkan usaha terbaik. Jangan berhenti di sini. Gagal hari ini bukan akhir dari segalanya. Masih ada kesempatan di masa depan,” ujar Kapolda.
Proses seleksi ini tidak hanya menjadi ajang uji kemampuan fisik dan akademik, tetapi juga ketahanan mental dan komitmen untuk menjadi abdi negara yang siap mengayomi masyarakat.
Dengan persaingan yang semakin kompetitif, seleksi ini menandai langkah awal dalam mencetak anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengemban tugas sebagai pelindung rakyat.
(Humas Polda Sulbar/Ans).