MAMUJU-TENGAH, Intelijennews.com., – PT Surya Raya Lestari 2 (SRL2) dan PT Bhadra Sukses (BDS), anak usaha dari PT Astra Agro Lestari, sukses melaksanakan panen perdana jagung di Dusun Ringing, Salogatta, Kabupaten Mamuju Tengah pada Kamis (12/6). Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan perusahaan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus mencerminkan sinergi positif antara perusahaan, masyarakat, dan aparat keamanan.

Panen perdana tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kapolsek Budong-Budong, Danramil Mamuju Tengah, Sekcam Budong-Budong, Sekdes Salogatta, Penyuluh Pertanian, Binmas dan Babinsa Salogatta, Pengawas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, serta jajaran manajemen SRL2-BDS. Jummat 13/6/2025.
Kapolsek Budong-Budong, IPTU Hadaming, mewakili Kapolres Mamuju Tengah, menyampaikan apresiasi kepada perusahaan atas kontribusinya dalam mendukung program Presiden di sektor ketahanan pangan. Ia menilai kolaborasi sejak tahap penanaman hingga panen di lahan seluas sekitar setengah hektare ini patut diapresiasi.
“Hasil panennya sangat memuaskan, mencapai kurang lebih 1 ton dengan kualitas jagung yang bagus. Ini merupakan capaian luar biasa, dan kami berharap program ini bisa terus dikembangkan agar hasilnya lebih maksimal di masa depan,” ungkap IPTU Hadaming.
Sekretaris Kecamatan Budong-Budong, Musdir, yang hadir mewakili Camat, juga mengapresiasi langkah perusahaan dalam mendukung diversifikasi tanaman pangan. Ia menilai peran SRL2 memberikan motivasi dan edukasi bagi petani untuk mengembangkan potensi pertanian di daerah.
“Terima kasih atas kontribusi perusahaan. Harapan kami, program ini tidak berhenti sampai di sini, tapi terus berkelanjutan. Hasil panen ini juga bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas di tahap berikutnya,” ujarnya.
Administratur PT SRL2-BDS, Dannyan Taba Rahim, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pengembangan budidaya jagung yang melibatkan petani lokal secara aktif.
“Kami tidak hanya fokus pada hasil panen, tapi juga pada peningkatan kapasitas petani, baik dalam aspek teknis budidaya maupun manajemen pertanian berkelanjutan. Program ini mencakup pelatihan, pendampingan teknis, dan monitoring berkala,” jelas Dannyan.
Ia menambahkan bahwa panen perdana ini merupakan langkah awal dalam membangun ekosistem pertanian yang kuat, dari hulu hingga hilir, bersama masyarakat.
“Kami berharap ke depan skala tanam bisa diperluas dengan hasil panen yang lebih besar, sekaligus membawa manfaat jangka panjang bagi petani dan daerah,” tutupnya.(Ans).,