INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Beredarnya isu di media sosial mengenai tumpukan sampah pasca pelaksanaan Car Free Day (CFD) di pusat kota Meulaboh, Aceh Barat, telah menimbulkan kesalahpahaman publik. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya: Tim Srikandi Penyapu Jalan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat bergerak cepat dan terstruktur memastikan kebersihan area CFD.
Fakta Lapangan: Pembersihan Dilakukan Secara Terstruktur
– Sesaat setelah CFD berakhir, Tim Srikandi langsung menyisir seluruh area kegiatan, termasuk trotoar dan jalan utama.
– Pembersihan dilanjutkan keesokan harinya hingga ke lorong-lorong kota sesuai rute yang telah ditetapkan.
– Setiap tim bekerja di bawah pengawasan langsung Koordinator Penyapu Jalan DLH untuk menjamin efektivitas dan kualitas kebersihan.
Koordinator Penyapu Jalan DLH, Marlina, menjelaskan bahwa tumpukan sampah yang terlihat sebelum CFD merupakan sisa aktivitas malam sebelumnya. “Armada pengangkut belum masuk ke lokasi saat itu, namun sampah tetap diambil secara rutin oleh tim rute dan langsung dibersihkan oleh petugas penyapu jalan setelah CFD selesai,” ujarnya.
DLH Aceh Barat telah menerapkan sistem manajemen berbasis digital dalam setiap kegiatan operasional. Dokumentasi sebelum dan sesudah pembersihan dilakukan sebagai bentuk laporan resmi kepada pimpinan. Langkah ini menunjukkan komitmen DLH terhadap transparansi dan akuntabilitas kerja.
Dedikasi Tanpa Batas: “Sebelum Bersih, Pantang Pulang”
Tim Srikandi bukan sekadar petugas kebersihan. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga estetika dan kenyamanan kota. Dengan semangat pengabdian, mereka bekerja tanpa mengenal lelah, hujan, atau badai. Prinsip kerja mereka: “Sebelum bersih, pantang pulang.”
Kepala DLH Aceh Barat, Bukhari, ST, secara konsisten turun langsung ke lapangan untuk mengawasi pelaksanaan pembersihan. Kehadirannya bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk nyata kepemimpinan yang patut diapresiasi.
DLH Aceh Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk:
– Tidak menyebarkan opini yang tidak sesuai fakta.
– Bersinergi menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah kegiatan publik seperti CFD.
– Menyampaikan kritik dan opini secara konstruktif dan edukatif.
Sampah adalah tanggung jawab bersama. Mari jadikan CFD sebagai momentum memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Tim Srikandi DLH Aceh Barat adalah pahlawan kebersihan yang menjaga wajah kota tetap berseri. Sudah saatnya kita mendukung dan menghargai kerja keras mereka.
Tim Intelijennews.