INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teuku Dirundeng Meulaboh (STAIN TDM) melancarkan aksi protes terhadap dugaan penyerobotan lahan kampus dengan memasang sejumlah spanduk di area sekitar kampus pada Kamis (14/8).
Aksi ini merupakan bentuk kekhawatiran mahasiswa atas ancaman terhadap hak pendidikan dan keamanan lingkungan kampus. Dugaan penyerobotan lahan dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan proses belajar-mengajar serta menimbulkan keresahan di kalangan sivitas akademika.
Ketua DPM STAIN TDM, Alfa Salam, menyatakan bahwa aksi tersebut adalah respons atas situasi yang dianggap mengancam hak mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang aman dan layak.
Kami memasang spanduk hari ini karena merasa tidak aman. Bukan hanya di dalam kampus, tapi juga di luar kampus. Ini semua karena penyerobotan tanah,” tegas Alfa.
Alfa juga menyoroti kejanggalan dalam proses hukum terkait sengketa lahan. Ia mempertanyakan sikap pihak tertentu yang diduga mengabaikan jalannya persidangan namun tetap melakukan tindakan penyerobotan.
Kami tidak tahu apakah dia buta hukum atau bagaimana. Yang jelas, dari semua persidangan terkait persentase tanah, dia ikut hadir namun tetap menerobos lahan kampus,” tambahnya.
Mahasiswa menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan aset negara yang digunakan untuk kepentingan pendidikan, dan oleh karena itu harus dilindungi dari segala bentuk pelanggaran hukum.
Ini bukan hadiah, ini adalah hak mahasiswa. Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas dan mendapatkan keadilan sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Alfa Salam.
DPM dan BEM STAIN TDM menyatakan bahwa aksi pemasangan spanduk ini merupakan langkah awal. Mereka siap melakukan aksi lanjutan yang lebih besar apabila dugaan penyerobotan lahan tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Tim Intelijennews.