“Dana Umat Dicuri di Tengah Malam: Kotak Amal Masjid Dibongkar, Pelaku Masih Buron”

 

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Aksi pencurian kembali terjadi di Masjid Nurul Arifin, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Seorang pria terekam kamera pengawas (CCTV) membobol dua kotak amal masjid pada Rabu dini hari (13/8/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Diperkirakan, pelaku berhasil membawa kabur uang sumbangan masyarakat senilai lebih dari Rp 20 juta.

 

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat mengenakan jaket hitam dan celana pendek. Ia beraksi seorang diri dengan tenang dan cepat, menunjukkan indikasi bahwa ia telah memahami situasi dan pola keamanan masjid. Dua kotak amal yang digembok dan dirantai kuat berhasil dibongkar tanpa merusak bagian luar bangunan masjid.

 

Uang dalam kotak amal biasanya kami buka setiap tiga bulan. Kali ini, diperkirakan isinya lebih dari Rp 20 juta,” ungkap Imam Masjid Nurul Arifin Cot Nibong, Tgk Agus Sulaiman, Kamis (14/8/2025).

 

Masjid Nurul Arifin merupakan pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat Gampong Lapang. Kasus pencurian ini menjadi yang ketiga kalinya terjadi di masjid tersebut, namun hingga kini belum ada pelaku yang berhasil ditangkap.

 

Kami sudah berupaya meningkatkan keamanan, bahkan menggembok dan merantai kotak amal. Tapi pelaku tampaknya memiliki teknik khusus. Ini sangat meresahkan,” tambah Tgk Agus.

 

Pengurus masjid telah melaporkan kejadian ini ke Polres Aceh Barat dengan nomor laporan LP/B/134/VIII/2025/SPKT/POLRES BARAT/POLDA ACEH, yang tercatat pada Rabu (13/8/2025) pukul 18.02 WIB.

 

Salah satu imam masjid lainnya, Tgk Rahmad Saputra, menyampaikan harapan besar kepada pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus ini.

 

Kalau ini terus dibiarkan, bisa menjadi contoh buruk. Ini bukan hanya soal kehilangan uang, tapi juga soal keamanan tempat ibadah yang seharusnya sakral dan bebas dari tindakan kriminal,” tegasnya.

 

Kotak amal bukan sekadar wadah sumbangan, melainkan sumber utama pendanaan berbagai kegiatan sosial masjid, seperti santunan anak yatim dan pemeliharaan fasilitas ibadah. Hilangnya dana tersebut berpotensi menunda sejumlah program sosial yang telah direncanakan oleh remaja masjid.

 

Peningkatan tren pencurian kotak amal, terutama dengan modus yang semakin nekat dan profesional, menjadi perhatian serius masyarakat. Aksi pelaku yang berani beroperasi saat dini hari, meski kotak amal telah diamankan, menunjukkan perlunya peningkatan sistem keamanan di tempat ibadah.

 

Masjid adalah tempat suci. Mencuri dari dalam masjid adalah tindakan yang sangat melukai hati umat. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diberi hukuman setimpal,” tutup Tgk Rahmad.

 

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan