Sosialisasi Program Adiwiyata dan Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di SMK Negeri 3 Meulaboh.

Sosialisasi Program Adiwiyata dan Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di SMK Negeri 3 Meulaboh.

ACEH BARAT : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat, yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Bukhari, ST, bersama tim Pengawasan dan Publikasi Nasional Intelijennews, melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Adiwiyata dan Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di SMK Negeri 3 Meulaboh. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMK Negeri 3 Meulaboh dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif para siswa dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menuju sekolah berwawasan lingkungan (Adiwiyata).

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Meulaboh, Drs. Dahirin, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan apresiasi atas kehadiran langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup dalam kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kehadiran langsung Bapak Kadis memberikan semangat dan motivasi tersendiri bagi siswa-siswi. “Ini merupakan momen luar biasa bagi sekolah kami. Kehadiran langsung Bapak Kadis sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Drs. Dahirin juga mengajak seluruh warga sekolah untuk mulai menerapkan kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, serta merawat tanaman yang ada di lingkungan sekolah. Menurutnya, tanaman harus dirawat, dipupuk, dan disiram agar tumbuh subur. Lingkungan yang hijau dan bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, sejuk, dan tentram.

Dalam sesi pemaparan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat, Bukhari, ST, menyampaikan pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa sampah bukan untuk dibuang begitu saja, melainkan harus dikelola dengan baik. “Pilah sampah agar tidak semuanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Daur ulang sekarang, bukan nanti,” tegasnya.

Bukhari juga mengedukasi para siswa mengenai jenis-jenis sampah yang perlu dikenali dan dipilah, seperti sampah organik (daun, sisa makanan, kulit buah), sampah anorganik (botol plastik, gelas plastik), sampah bahan berbahaya dan beracun atau B3 (kaleng, besi, bola lampu, baterai), sampah kertas (potongan kertas, kemasan kertas, kardus), serta sampah residu (plastik kresek, bungkus makanan, tisu, abu rokok).

Ia mengajak seluruh siswa untuk menerapkan pemilahan sampah tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, sementara sampah non-organik dapat dijual ke bank sampah untuk menambah penghasilan keluarga dan mendukung pengembangan UMKM berbasis lingkungan.

“Jangan anggap sampah sebagai kotoran yang tidak bernilai. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber penghasilan dan membuka peluang usaha di tengah kondisi ekonomi saat ini. Sampah non-organik seperti botol plastik bisa dijual, dan sampah anorganik dapat disalurkan melalui armada pengangkut sampah,” tutup Bukhari.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar dan masyarakat luas, serta mendukung pencapaian target Adiwiyata di SMK Negeri 3 Meulaboh.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan