“Ricuh Tanpa Rusak: Mahasiswa Gedor DPRK Aceh Barat, Water Cannon Turun”

“Ricuh Tanpa Rusak: Mahasiswa Gedor DPRK Aceh Barat, Water Cannon Turun”

ACEH BARAT : Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Barat Selatan Aceh menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRK Aceh Barat, Senin (1/9). Aksi ini bertujuan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Ketua DPRK, namun tidak berhasil karena ketidakhadiran pimpinan dewan.

Koordinator aksi, Rahmat Putra, yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU), menyampaikan kekecewaannya atas absennya Ketua DPRK. “Rekan-rekan mahasiswa ingin berjumpa dengan Ketua DPRK Aceh Barat dan anggota, namun sayang ketua tidak di tempat,” ujarnya.

Aksi yang semula berlangsung damai berubah menjadi ricuh ketika massa memaksa masuk ke ruang paripurna. Ketegangan meningkat hingga aparat kepolisian menurunkan water cannon untuk membubarkan massa. “Di awal aksi masih bisa kami kontrol, namun di ujung perjalanan mahasiswa tidak bisa mengontrol emosional sehingga terjadi keributan dengan pihak keamanan,” tambah Rahmat.

Meski sempat terjadi gesekan, aksi tetap berlangsung tanpa perusakan fasilitas umum. Hal ini mendapat apresiasi dari Anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani. “Sayangnya kami belum sempat menandatangani petisi yang dibawa adik-adik mahasiswa. Mereka ingin masuk ke sidang paripurna, sudah kami tolerir hanya 30 orang, namun kemudian mereka meminta semua masuk sehingga tidak bisa kami penuhi,” jelasnya.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yoghi Hadisetiawan, juga menyampaikan terima kasih atas sikap tertib mahasiswa. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi dengan cara baik dan damai. Walaupun ada sedikit ketegangan, itu hal biasa,” ujarnya.

Kapolres menegaskan bahwa aparat tetap mengedepankan pendekatan persuasif demi menghindari korban jiwa dan kerusakan fasilitas. Ia menambahkan bahwa Polri berkomitmen mengawal penyampaian aspirasi masyarakat selama dilakukan sesuai aturan hukum.

Petisi yang disampaikan mahasiswa mencakup tuntutan sebagai berikut:
– Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset
– Mengevaluasi total lembaga legislatif dan eksekutif se-Indonesia
– Mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani
– Melakukan reformasi Polri melalui evaluasi menyeluruh

Hingga akhir aksi, mahasiswa belum berhasil menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPRK Aceh Barat.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan