Intelijennews.com, PASANGKAYU, BARAS – Dugaan abainya PT Palma Sumber Lestari (PSL) dalam menjalankan tanggung jawab pengelolaan sampah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) semakin mencoreng nama perusahaan tersebut. Pasalnya, sejak pergantian pejabat Humas dan Kepala Tata Usaha (KTU), pelayanan pengangkutan sampah di Kelurahan Baras nyaris lumpuh. Jummat, 19/09/2025.
Baca juga : https://www.intelijennews.com/sekda-pasangkayu-terima-kunjungan-deputi-bi-sulbar/
Ketua Pengelola Sampah Sementara (KPSS) Baras, Ansar, melontarkan kritik keras terhadap sikap perusahaan yang dinilai seenaknya mengabaikan kesepakatan bersama. Menurutnya, pengangkutan sampah yang dulunya bisa berjalan rutin seminggu sekali kini justru berubah jadi drama penuh alasan.
“Saya sangat kecewa terhadap PT Palma Sumber Lestari. Dulu, saat Humas lama masih ada, sampah diangkut rutin tiap minggu. Sekarang, jawaban dari Humas atau KTU baru selalu mengada-ada. Kadang dijanjikan Senin, kadang Jumat, dengan alasan sopirnya disuruh ke pelabuhan. Sampai kapan masyarakat harus sabar menunggu janji kosong seperti ini?” tegas Ansar dengan nada tinggi.
Ansar mengaku sudah berulang kali berinisiatif mencari solusi, mulai dari menghubungi langsung perusahaan lewat telepon dan WhatsApp, hingga menyusun proposal resmi untuk diajukan ke pemerintah kabupaten, perusahaan lain, bahkan ke tingkat provinsi. Namun, upaya tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.
“Kami tidak bisa terus dibiarkan begini. Sampah menumpuk, lingkungan tercemar, kesehatan masyarakat terancam. Perusahaan besar seperti PT PSL mestinya malu kalau urusan kecil seperti ini saja tidak bisa diurus. Padahal, ini sudah hasil musyawarah yang melibatkan DLH, kecamatan, kelurahan, dan pihak perusahaan sendiri,” tambahnya geram.
Warga Baras kini semakin gusar dengan kondisi sampah yang menumpuk. Situasi ini bukan hanya memicu bau menyengat dan mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius. Mereka menuntut PT PSL segera berhenti berkilah dan menepati komitmen CSR yang pernah disepakati.
Kemarahan publik kian memuncak. Jika PT Palma Sumber Lestari tetap bersikap masa bodoh, bukan tidak mungkin desakan masyarakat akan berubah menjadi aksi protes terbuka.
“Kami tunggu itikad baik perusahaan. Jangan sampai warga Baras mengambil langkah tegas di luar dugaan,” pungkas Ansar.
Sumber : KPPS
Wartawan : –