PUPR Aceh Barat Mulai Normalisasi Muara Sungai Lung Aneuk Aye untuk Mitigasi Risiko Banjir.

PUPR Aceh Barat Mulai Normalisasi Muara Sungai Lung Aneuk Aye untuk Mitigasi Risiko Banjir.

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai pekerjaan penanganan normalisasi muara sungai Lung Aneuk Aye yang berlokasi di Jalan Singgah Mata II, Gampong Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya strategis untuk mengurangi risiko banjir dan mencegah abrasi di kawasan padat pemukiman.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, menyampaikan bahwa proyek ini mencakup pembangunan tanggul sepanjang 85 meter di sisi kiri dan kanan sungai, dengan ketinggian tanggul mencapai 2,5 meter. Pekerjaan meliputi pembesian, pemasangan bekesting, pengecoran (curuk), serta instalasi pipa saluran air.

“Normalisasi ini bertujuan untuk mengatasi pendangkalan muara sungai akibat penumpukan sampah dan material lainnya yang menghambat aliran air. Dengan dibersihkan dan diperkuat, kapasitas tampung air meningkat dan aliran menuju laut menjadi lebih lancar,” ujar Dr. Kurdi, Minggu (21/9/2025).

Selain mengurangi potensi banjir saat hujan deras, pembangunan tanggul juga berfungsi sebagai pengaman tebing sungai dari abrasi, khususnya di titik yang berdekatan dengan jembatan Jalan Singgah Mata II.

Proyek ini dilaksanakan oleh rekanan CV Dzuha Putra dengan nilai kontrak sebesar Rp731.017.000,- yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2025.

Dr. Kurdi menambahkan bahwa material konstruksi yang digunakan adalah beton siklop dengan kekuatan FC 15 Mpa, beton mutu FC Mpa untuk saluran, serta slum dan agregat maksimal berukuran 19 mm. Spesifikasi ini dipilih untuk memastikan daya tahan dan efektivitas konstruksi dalam jangka panjang.

“Dengan pembangunan tanggul ini, kami berharap fungsi saluran air dapat optimal, mencegah banjir luapan, dan melindungi pemukiman warga dari pengikisan tebing sungai. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun infrastruktur yang tangguh dan responsif terhadap tantangan lingkungan,” tutup Dr. Kurdi.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan