INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), selaku Satuan Tugas Adipura, kembali menggelar Pelatihan Tahap II Sistem Pengelolaan Sampah dan Bank Sampah pada Senin, 22 September 2025, di Aula PUPR Aceh Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 12 desa se-Kabupaten Aceh Barat dan menghadirkan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, Safril Amin, yang juga merupakan operator Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) milik KLH/BPLH.
Tindak Lanjut Nyata Menuju Desa Bersih dan Mandiri. Sekretaris Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, ST, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan langkah konkret untuk membentuk kepengurusan bank sampah di setiap desa.
“Kami berharap dari hasil evaluasi pelatihan sebelumnya, sudah ada nama-nama pengurus bank sampah di desa masing-masing. Keberadaan bank sampah sangat penting untuk keberlanjutan program lingkungan hidup dan pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi,” ujar Fadly.
Strategi Menuju Adipura 2025. Fadly menyampaikan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi modal penting dalam penilaian Adipura 2025. Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dijadwalkan melakukan penilaian awal pada Oktober, dengan tahap final berlangsung pada Desember 2025.
“Ketika tim pusat datang, mereka tidak hanya melihat kebersihan kota, tetapi juga mengevaluasi sistem pengelolaan yang ada. Jika ada bank sampah, nilai kita akan meningkat. Daerah-daerah di Jawa sudah membuktikan bahwa bank sampah bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Aceh Barat telah berada di jalur yang tepat berkat kontribusi aktif masyarakat dalam edukasi, pengumpulan, dan pengolahan sampah.
“Target kita sederhana: kota bersih, ada pengelolaan sampah, ada edukasi, ada bank sampah. Maka nilai Adipura bisa lebih baik,” tegas Fadly.
Materi Praktis dan Diskusi Interaktif. dalam sesi pelatihan, peserta mendapat materi dari Bank Sampah Dolah Recycle yang memaparkan pentingnya pemilahan sampah dari sumber serta pengelolaan sampah rumah tangga agar bernilai ekonomi. Acara berlangsung interaktif, dengan diskusi antara peserta dan narasumber yang membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman.
Optimisme Menuju Kota Berkelanjutan, dengan terselenggaranya pelatihan tahap II ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat optimis dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen daerah menuju predikat kota bersih dan berkelanjutan melalui penghargaan Adipura.
Tim Intelijennews.