Makassar, intelijennews.com — Gelombang keresahan masyarakat Makassar atas maraknya aksi begal dan perang kelompok kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Keluarga Besar Bija Mangkasara, yang dengan tegas menyatakan penolakan mutlak terhadap segala bentuk kekerasan, kejahatan, dan tindakan melanggar hukum yang meresahkan warga.
Dalam pernyataan sikap resminya, Selasa (14/10/2025), Bija Mangkasara menegaskan bahwa tindak kejahatan seperti begal dan perang kelompok bukan hanya ancaman terhadap keamanan publik, tetapi juga bentuk penghancuran terhadap nilai-nilai luhur kemanusiaan dan budaya Makassar yang menjunjung tinggi siri’ na pacce (harga diri dan solidaritas).
“Kami percaya setiap manusia berhak hidup dalam lingkungan yang aman, damai, dan adil. Setiap tindakan yang merampas hak-hak tersebut adalah pelanggaran berat terhadap nilai kemanusiaan,” tegas perwakilan Bija Mangkasara dalam pernyataan terbuka.
Melalui pernyataan tersebut, Keluarga Besar Bija Mangkasara mengajak seluruh masyarakat tidak tinggal diam terhadap maraknya aksi kriminal di Makassar, serta mendorong semua pihak untuk bersatu dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Mereka juga menyampaikan dukungan penuh kepada Polri dan TNI, agar menindak tegas para pelaku begal dan perang kelompok hingga ke akar-akarnya.
Selain itu, mereka menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi pencegahan dini di kalangan generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan kriminal yang merusak masa depan dan citra Kota Makassar.
Dalam sikap resminya, Bija Mangkasara juga mengajukan tiga tuntutan penting:
Aparat penegak hukum harus bertindak tegas, adil, dan transparan terhadap setiap kasus kejahatan begal dan perang kelompok.
Pemerintah daerah dan pusat diminta memperkuat sistem hukum serta menyediakan perlindungan yang nyata bagi korban dan masyarakat terdampak.
Seluruh elemen masyarakat diimbau memperkuat solidaritas dan gotong royong demi menciptakan Makassar yang aman, bermartabat, dan bebas dari rasa takut.
“Pernyataan ini adalah bentuk komitmen kami untuk mewujudkan masyarakat Makassar yang damai dan berkeadilan,” tutup pernyataan tersebut.
Keluarga Besar Bija Mangkasara berharap, Makassar kembali menjadi kota yang dihormati karena keberanian, bukan ketakutan — kota yang menjaga siri’, membela yang lemah, dan menolak segala bentuk kejahatan yang mencederai kemanusiaan.
Penulis : M Yusuf