Kapasitas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Kewalahan, Pasien Terpaksa Dirawat di Lantai IGD.

Kapasitas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Kewalahan, Pasien Terpaksa Dirawat di Lantai IGD.

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, mengalami lonjakan jumlah pasien yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, sejumlah pasien terpaksa mendapatkan penanganan medis di lantai Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena seluruh tempat tidur (bed) yang tersedia telah terisi penuh.

Kondisi ini memantik keprihatinan masyarakat. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapannya agar Pemerintah Daerah dan manajemen rumah sakit lebih serius dalam mempersiapkan kapasitas dan fasilitas pelayanan kesehatan. “Kita tidak bisa memprediksi lonjakan pasien. Maka langkah antisipatif jauh lebih baik daripada berbenah setelah kejadian ini mencuat ke publik. Ini menyangkut kemaslahatan umat, khususnya warga yang ingin berobat,” ujarnya.

Pihak RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh melalui Kepala Humas, Susi Maulhusna, membenarkan bahwa keterbatasan tempat tidur menjadi penyebab utama pasien harus dirawat di lantai IGD. “Pasien terpaksa ditangani di lantai karena jumlah pasien yang masuk sangat banyak, sementara jumlah bed yang tersedia semuanya penuh,” jelasnya kepada awak media.

Susi menambahkan bahwa penanganan pasien tetap dilakukan secara profesional dan berdasarkan permintaan serta persetujuan dari pasien dan keluarganya. Setelah mendapatkan penanganan awal di IGD, pasien segera dipindahkan ke ruang perawatan sesuai dengan jenis penyakitnya. “Pasien penyakit dalam akan dibawa ke ruang penyakit dalam, begitu juga pasien anak-anak akan dipindahkan ke ruang anak,” terangnya.

Mayoritas pasien yang datang ke IGD, menurut Susi, mengalami kondisi darurat seperti demam tinggi dan penyakit dalam yang membutuhkan penanganan segera. “Kami tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal meskipun kapasitas tempat tidur sangat terbatas,” tegasnya.

Saat ini, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh memiliki kapasitas sebanyak 270 tempat tidur. Namun, jumlah pasien yang datang setiap harinya kerap melebihi kapasitas tersebut, sehingga diperlukan evaluasi dan langkah strategis dari pihak terkait untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Masyarakat berharap agar kejadian ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di Aceh Barat. Penanganan yang cepat, tepat, dan manusiawi adalah hak setiap warga, dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, manajemen rumah sakit, serta seluruh pemangku kepentingan.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan