Sistem SLIK Dinilai Sebabkan Lonjakan Pengangguran di Indonesia

Sistem SLIK Dinilai Sebabkan Lonjakan Pengangguran di Indonesia

Makassar, Intelijennews.com — Sejumlah kalangan menilai penerapan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini menjadi salah satu faktor yang memperparah angka pengangguran di Indonesia. Sistem yang awalnya bertujuan untuk meningkatkan transparansi data keuangan dinilai justru menjadi penghalang bagi banyak masyarakat untuk mendapatkan akses kredit, modal usaha, hingga pekerjaan.

Banyak perusahaan, terutama di sektor keuangan dan pembiayaan, kini menggunakan data SLIK sebagai acuan utama dalam menilai kelayakan calon karyawan maupun mitra kerja. Akibatnya, masyarakat yang memiliki riwayat kredit macet — meski jumlahnya kecil atau disebabkan kondisi ekonomi sulit — sering kali langsung ditolak tanpa kesempatan perbaikan.

“Sekarang bukan cuma mau pinjam uang yang susah, tapi melamar kerja pun bisa gagal gara-gara data SLIK. Padahal banyak yang macet bukan karena niat, tapi karena pandemi kemarin,” ujar Andi Rahman, warga Makassar yang pernah mengalami kesulitan mencari pekerjaan akibat catatan kreditnya.

Pengamat ekonomi Dr. Nurhaliza menilai, pemerintah perlu meninjau ulang kebijakan penggunaan data SLIK dalam proses rekrutmen dan penilaian masyarakat. “Sistem ini bagus untuk menekan kredit bermasalah, tapi harus ada batasan agar tidak mengorbankan hak warga negara untuk bekerja dan berusaha,” jelasnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia masih berada di atas 5 persen per Agustus 2025, dan sejumlah ekonom memperkirakan salah satu penyebabnya adalah semakin ketatnya proses penilaian kelayakan kredit melalui SLIK.

Masyarakat berharap agar OJK dan pemerintah melakukan evaluasi terhadap sistem ini agar tidak menimbulkan dampak sosial yang semakin luas.

 

Tim :

Redaksi Intelijennews.com 

Tinggalkan Balasan