Adhyaksa Peduli Stunting: Sinergi Lintas Sektor Perkuat Upaya Penurunan Stunting di Aceh Barat.

Adhyaksa Peduli Stunting: Sinergi Lintas Sektor Perkuat Upaya Penurunan Stunting di Aceh Barat.

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama Kejaksaan Tinggi Aceh menggelar kegiatan “Program Kolaboratif Lintas Sektor Lintas Profesi: Adhyaksa Peduli Stunting Aceh Tahun 2025” pada Jumat pagi, 24 Oktober 2025, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 09.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Yudi Triadi, S.H., M.H., dan dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari unsur Forkopimda, tenaga kesehatan, serta masyarakat Kecamatan Johan Pahlawan.

Kolaborasi Strategis untuk Generasi Sehat, dalam sambutannya, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kejaksaan Negeri Aceh Barat atas kontribusi nyata dalam memperkuat sinergi penurunan stunting. Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa penegakan hukum dan pembangunan sosial dapat berjalan beriringan.

“Permasalahan stunting adalah isu strategis yang menyangkut masa depan daerah dan kualitas generasi penerus. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen penuh untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 18,8% pada tahun 2025,” ujar Tarmizi.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Aceh Barat menurun dari 33,4% pada tahun 2023 menjadi 25,6% pada tahun 2024. Per Agustus 2025, tercatat 159 balita stunting dari total 16.508 balita sasaran. “Ini capaian yang patut disyukuri, hasil kerja keras TPPS, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Komitmen Kejaksaan dalam Pembangunan Sosial
Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Yudi Triadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam mendukung pembangunan sosial. Program Adhyaksa Peduli Stunting yang telah berjalan sejak 2022 menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh.

“Melalui Gampong Binaan Adhyaksa, kami melakukan pendampingan intensif di desa-desa dengan prevalensi stunting tinggi. Pendampingan mencakup edukasi gizi, peningkatan akses makanan bergizi, dan fasilitasi layanan kesehatan balita,” jelas Yudi.

Ia menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, swasta, dan aparat penegak hukum. “Anak-anak Aceh adalah bagian dari masa kini sekaligus masa depan. Mari rawat mereka sejak dini, karena kelak merekalah yang akan merawat bangsa,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain:
– Danrem 012/TU Letkol Inf. Hendra Mirza, S.E., M.Si.
– Kajari Aceh Barat Syahrir Jasman, S.H., M.H.
– Dandim 0105/Aceh Barat Letkol Inf. Super Maljuna Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA.
– Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, S.H.
– Kasatreskrim Polres Aceh Barat AKP Roby Afrizal, S.H., M.H. (mewakili Kapolres)
– Plt. Sekda Aceh Barat Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., IPM, Asean-Eng
– Plt. Kadinkes Aceh Barat Cut Hasanuddin, S.K.M., M.Si.
– Ketua TP-PKK Aceh Barat Afrinda Novalia, S.E., M.M.
– Para ibu dan anak-anak Kecamatan Johan Pahlawan serta tamu undangan lainnya

Kegiatan ditutup pukul 09.30 WIB dalam suasana aman dan lancar. Program ini menjadi tonggak penting dalam upaya bersama menurunkan angka stunting di Aceh Barat, sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor untuk mewujudkan generasi Aceh yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan