INTELIJENNEWS, ACEH BARAT —
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan anggaran tahun 2026 setelah Kementerian Keuangan Republik Indonesia memangkas alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp94,2 miliar. Pemangkasan ini berpotensi menjadikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2026 dalam kondisi kritis, terutama dengan meningkatnya beban belanja pegawai akibat pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru sebesar Rp19 miliar dan PPPK paruh waktu sebesar Rp33 miliar.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, usai mengikuti rapat paripurna ke-VIII masa sidang ke-III DPRK Aceh Barat dalam agenda penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap pembahasan dan penetapan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2026.
“TKD kita dipotong lagi Rp94,2 miliar lebih. Belum lagi dengan beban baru seperti pengangkatan PNS dan PPPK. Kita sebenarnya sudah berada di posisi sangat kritis secara anggaran. Namun demikian, kita harus berpikir kreatif untuk keberlanjutan program,” tegas Bupati Tarmizi.
Langkah Strategis Efisiensi dan Realokasi Pro-Rakyat, dalam menghadapi situasi ini, Bupati Tarmizi telah menyiapkan serangkaian langkah strategis yang bertujuan untuk menjaga keberlangsungan program pembangunan dan pelayanan publik tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat.
Langkah-langkah efisiensi yang akan diterapkan antara lain:
– Pemangkasan biaya perjalanan dinas secara ketat.
– Pengurangan belanja konsumsi ASN di lingkungan SKPK, dengan mengganti suguhan makanan ringan menjadi air putih.
– Penghematan biaya listrik yang selama ini mencapai Rp9 miliar per tahun, dengan kebijakan baru: lampu dalam kantor hanya menyala di siang hari, malam hari cukup lampu luar.
“Saya sudah siapkan langkah strategis untuk hal ini. Biaya perjalanan dinas, makan minum, dan listrik akan kita hemat. Penghematan ini akan kita alihkan untuk belanja langsung yang pro rakyat,” ujar Tarmizi.
Fokus pada UMKM, Infrastruktur, dan Ketahanan Pangan. Anggaran hasil efisiensi akan dialokasikan untuk sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, antara lain:
– Penguatan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
– Penanganan dampak banjir dan pembangunan lampu penerangan jalan di wilayah yang masih gelap demi menciptakan rasa aman.
– Pengendalian harga pangan, khususnya kebutuhan dapur seperti bumbu dan bahan pokok.
Jika alokasi anggaran belum mencukupi, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung penyediaan pangan murah bagi masyarakat.
Apa yang harus dirasakan masyarakat, harus kita lakukan. Karena masyarakat tidak tahu bahwa kita sedang dalam kondisi anggaran yang sangat kritis. Tapi mereka tetap optimis, dan saya pastikan kita akan mengatasinya,” pungkas Bupati Tarmizi.
Pemimpin yang Merakyat, Solutif di Tengah Krisis,di tengah keterbatasan anggaran, sosok Bupati Tarmizi,S.P.,MM kembali menunjukkan kepemimpinan yang solutif, merakyat, dan visioner. Dengan ide-ide cemerlang dan langkah-langkah strategis yang terukur, beliau berkomitmen menjaga stabilitas daerah dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dan perlindungan yang layak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, optimis, dan mendukung langkah-langkah efisiensi serta kolaborasi lintas sektor demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan bersama.
Tim Intelijennews.