INTELINENNEWS, ACEH BAAT – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu (26/11) telah menyebabkan meluapnya debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla dan Krueng Meureubo. Akibatnya, banjir melanda sedikitnya 10 kecamatan dan 64 gampong, dengan total terdampak 3.725 kepala keluarga (KK) atau 7.418 jiwa.
Menurut pantauan tim Pusdalops BPBD Aceh Barat, intensitas hujan tinggi mulai pukul 10.00 WIB pada Rabu (26/11) memicu peningkatan debit air sungai. Sejumlah gampong di Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, Sungai Mas, Arongan Lambalek, Woyla Timur, Pante Ceureumen, Woyla Barat, Kaway XVI, Samatiga, dan Woyla terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 40 cm hingga 1,5 meter.
Kondisi ini berlanjut hingga Kamis (27/11), di mana debit air semakin meningkat di beberapa kecamatan, sementara sebagian wilayah seperti Sungai Mas dan Pante Ceureumen mulai berangsur surut. Hingga Jumat (28/11), air di Krueng Meureubo dan sejumlah gampong masih terpantau tinggi, terutama di Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Kaway XVI.
Banjir merendam rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan di sejumlah lokasi. Kantor Camat Sungai Mas turut terendam, sementara jalur transportasi di Kajeng dan Pasi Ara tidak dapat dilalui. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke titik pengungsian yang telah disiapkan BPBD.
BPBD Aceh Barat bersama unsur terkait segera melakukan langkah darurat:
– Evakuasi warga menggunakan rubber boat di Kecamatan Sungai Mas dan Gampong Lango.
– Dapur umum didirikan di Gampong Tungkop dan Geudong.
– Tenda pengungsian dibuka di Gampong Pasi Leuhan dan lokasi lain yang terdampak.
– Distribusi logistik dilakukan secara terkoordinasi:
– Bupati bersama BPBD menyalurkan bantuan ke Kecamatan Sungai Mas.
– Wakil Bupati bersama BPBD dan Dinas Sosial menyalurkan bantuan ke Kecamatan Meureubo.
– BASARNAS, BPBD, PT MIFA AMM, dan PT TBU BELL menyalurkan logistik serta melakukan evakuasi di Kecamatan Woyla Barat.
– Posko darurat bencana dibuka di Mako BPBD Aceh Barat untuk koordinasi penanganan.
Hingga Jumat sore (28/11), debit air di Krueng Meureubo masih tinggi. Beberapa titik pengungsian mencatat ketinggian air antara 40–80 cm, sementara di Kompleks Perumahan IOM mencapai ±1 meter. BPBD bersama TNI, Polri, BASARNAS, serta unsur masyarakat terus melakukan pemantauan, evakuasi, dan distribusi bantuan.
Penanganan bencana melibatkan berbagai peralatan, di antaranya:
– 2 unit water supply
– 3 unit rubber boat
– 1 unit truk Reo
– 1 unit truk dapur umum
– 2 unit mobil rescue dari PT TBU BELL dan PT MIFA
– Sejumlah kendaraan operasional lainnya
Penanganan banjir ini melibatkan BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, BASARNAS, PT MIFA/AMM, PT TBU, UKM PK UTU, RAPI, ORARI, serta masyarakat setempat.
BPBD Aceh Barat menegaskan bahwa seluruh unsur terkait terus bersinergi dalam penanganan bencana banjir. Upaya evakuasi, pendataan, dan distribusi logistik dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga dan pemulihan kondisi di wilayah terdampak.
BPBD menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan segera melaporkan kondisi darurat ke posko terdekat.
Tim Intelijennews.