Sidrap, Intelijennews.com – Sulawesi Selatan — Selasa,13 Januari 2026 Badan Khusus Waspamops Lembaga Missi Reclasserring Republik Indonesia (LMR-RI) Provinsi Sulawesi Selatan mengagendakan aksi penyampaian aspirasi/demonstrasi damai dengan tema “Keadilan untuk Masyarakat”, yang akan dilaksanakan pada Hari Kamis Tanggal 15 Januari 2026 diDepan Kantor Pengadilan Agama Sidrap.
Aksi ini diperkirakan dihadiri ratusan massa dari LMR-RI dan pihak masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kontrol sosial Waspamops LMR RI Sulsel terhadap salah satu perkara masyarakat yang telah berproses dalam persidangan di Pengadilan Agama Sidrap yang diduga tidak transparan, serta adanya rencana pelaksanaan eksekusi yang dinilai berpotensi mengabaikan rasa keadilan masyarakat.
Koordinator Waspamops LMR RI Sulsel, ardhy menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan secara damai, tertib, dan konstitusional, dengan tujuan mendorong lembaga peradilan agar lebih transparan, akuntabel, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan substantif.
“Kami tidak anti hukum dan tidak bermaksud mengintervensi kewenangan pengadilan. Justru sebaliknya, kami ingin menjaga marwah lembaga peradilan agar tetap berdiri di atas prinsip keadilan, keterbukaan, dan perlindungan hak asasi masyarakat,” tegas ardhy selaku perwakilan Waspamops LMR RI Sulsel.
Dalam aksi tersebut, massa akan menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan, antara lain:
1. Mendesak dan meminta hakim yang menangani perkara selama proses persidangan untuk menjelaskan secara terbuka dan transparan mengenai beberapa bukti surat dan saksi yang diduga tidak dihadirkan dan dimunculkan dalam persidangan.
2. Meminta penundaan dan tidak dilaksanakannya eksekusi selama masih terdapat keberatan hukum dan dugaan cacat prosedur;
3. Mendorong adanya pengawasan internal dan eksternal guna memastikan peradilan berjalan sesuai asas keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.
Waspamops LMR RI Sulsel menegaskan bahwa tema “Keadilan untuk Masyarakat” diangkat sebagai refleksi atas harapan publik agar lembaga peradilan benar-benar menjadi rumah keadilan bagi semua warga, tanpa diskriminasi dan tanpa proses yang tertutup.
Aksi ini juga diharapkan menjadi ruang dialog yang sehat antara masyarakat sipil dan institusi peradilan, demi terwujudnya penegakan hukum yang bermartabat dan dipercaya publik.
Redaksi