Sadis! Leher Digorok dan Usus Dikeluarkan, Pembunuhan di Mariorennu Terungkap Kurang dari 24 Jam

 

Intelijen news, Bulukumba, Sulsel – Rabu (1/4/2026 ) Kasus pembunuhan sadis yang menggegerkan warga Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba akhirnya berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam oleh aparat kepolisian.

Korban diketahui berinisial ID (61), seorang warga Kelurahan Mariorennu. Peristiwa tragis ini sontak membuat warga sekitar shock atas kekejaman yang terjadi.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (1/4/2026) di Mapolres Bulukumba, yang dipimpin langsung oleh AKBP Restu Wijayanto. dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Kasat Reskrim IPTU Muhammad Ali, Kompol H. Marala, AKP Lis Mulyadi, serta IPTU Andi Panangrangi, dan dihadiri sejumlah awak media.

Dalam keterangannya, Kapolres mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan.

“Korban ID ditemukan meninggal dunia dengan luka gorok pada bagian leher, luka terbuka pada perut, serta usus korban dipotong dan dikeluarkan dari dalam perut,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, polisi juga berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku, masing-masing berinisial ML (72) dan SS (35). SS diketahui merupakan anak kandung korban, sementara ML adalah tetangga korban. Keduanya diketahui tinggal di alamat yang sama dengan korban.

Penangkapan kedua pelaku dilakukan oleh tim Satuan Reserse Kriminal Polres Bulukumba setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pengumpulan bukti di lokasi kejadian.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini secara profesional dan tuntas, serta memastikan para pelaku mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, masyarakat setempat menyampaikan rasa prihatin sekaligus apresiasi atas gerak cepat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. Hingga kini, motif pembunuhan masih terus didalami oleh penyidik.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat tingkat kekerasan yang sangat tinggi serta melibatkan hubungan keluarga antara korban dan salah satu pelaku.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan