Sulawesi Utara, Intelijennews.com — Keputusan mengejutkan datang dari seorang anggota kepolisian, Vicky Katiandagho, yang memilih mengundurkan diri secara terhormat dari institusi Polri di tengah sorotan publik. Langkah ini diambil usai dirinya dimutasi dari Polres Minahasa ke Polres Kepulauan Talaud, saat tengah gencar mengusut dugaan kasus korupsi besar di wilayah Minahasa.
Mutasi tersebut sontak memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Pasalnya, Vicky dikenal aktif dalam penanganan kasus yang diduga melibatkan sejumlah pihak berpengaruh. Banyak pihak menilai keputusan mutasi itu berkaitan dengan upaya pengungkapan kasus yang sedang ia tangani.
Melalui sebuah video singkat berjudul “I Quit”, Vicky menyampaikan perpisahan secara terbuka. Video tersebut memperlihatkan momen haru ketika dirinya berpamitan di halaman Polda Sulawesi Utara. Dalam rekaman itu, Vicky tampak bersujud di halaman Polda sebagai simbol pelepasan masa pengabdiannya di institusi kepolisian yang telah membesarkan namanya.
Dalam pernyataannya, Vicky menegaskan bahwa keputusan yang ia ambil bukanlah bentuk menyerah, melainkan pilihan untuk tetap menjaga nilai dan prinsip yang ia yakini. Ia juga menyampaikan pesan menyentuh bahwa meski seragam atau “baju coklat” telah ia tinggalkan, jiwa “Bhayangkara” akan tetap melekat dalam dirinya selamanya.
Keputusan mundur tersebut disebut-sebut sebagai bentuk sikap tegas untuk menjaga integritas pribadi. Di tengah tekanan dan dinamika internal, Vicky memilih jalan berbeda dengan meninggalkan institusi secara terhormat, ketimbang harus berkompromi dengan hal-hal yang bertentangan dengan nilai yang ia pegang.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait alasan mutasi maupun pengunduran diri tersebut. Namun, langkah Vicky telah menuai beragam respons dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga tanda tanya besar terhadap penanganan kasus korupsi yang sebelumnya ia usut.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik, sekaligus memunculkan diskursus mengenai independensi aparat penegak hukum dalam menangani perkara besar yang melibatkan pihak-pihak berpengaruh.
Peristiwa ini menambah dinamika di tubuh penegak hukum, sekaligus menjadi cerminan bahwa integritas individu masih menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Tim Redaksi