Saumlaki.Intelijennews.com – Langit pagi di Jalan Ir. Soekarno, Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Minggu, 5 April 2026, menjadi saksi langkah-langkah khidmat ratusan warga Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Sejahtera. Mereka mengikuti prosesi Jalan Salib sebagai bagian dari rangkaian perayaan Paskah Kristus 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Jemaat Sejahtera Klasis Tanimbar Selatan ini melibatkan seluruh sektor pelayanan. Anak-anak, remaja, orang muda, hingga para orang tua berjalan bersama, menyusuri rute yang telah ditentukan, sembari merenungkan kisah sengsara dan pengorbanan Yesus Kristus.
Mengusung tema, “Kebangkitan Kristus Memberdayakan Gereja Rumah Tangga Semakin Beriman dan Sejahtera” yang diambil dari 1 Korintus 15:1–11, perayaan Paskah tahun ini menitikberatkan pada penguatan spiritual keluarga sebagai basis utama gereja. Rumah tangga, dalam refleksi tema tersebut, dipandang sebagai pusat pembinaan iman yang menentukan wajah gereja di tengah masyarakat.
Prosesi Jalan Salib berlangsung tertib. Di setiap titik perhentian, peserta berhenti sejenak untuk pembacaan Alkitab, doa, dan refleksi. Suasana hening kerap menyelimuti barisan, hanya diiringi nyanyian pujian yang mengalun pelan.
Ketua panitia kegiatan mengatakan, Jalan Salib bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum pembaruan komitmen iman.
“Paskah mengingatkan kita bahwa penderitaan bukan akhir dari segalanya. Kebangkitan Kristus memberi harapan dan kekuatan untuk terus menjadi berkat,” ujarnya.
Paskah GPM 2026 juga membawa pesan sosial yang kuat. Jemaat diajak menghentikan segala bentuk kekerasan serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan konflik. Gereja, menurut panitia, diharapkan hadir sebagai suara kenabian bagi mereka yang tertindas dan menjadi agen perdamaian di tengah dinamika sosial masyarakat.
Pengamanan kegiatan dilakukan oleh aparat Polres Kepulauan Tanimbar. Sejumlah personel tampak mengatur arus lalu lintas di sepanjang Jalan Ir. Soekarno guna memastikan prosesi berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas warga.
Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif. Bagi Jemaat Sejahtera, Jalan Salib bukan hanya ritual mengenang peristiwa dua milenium silam, melainkan panggilan untuk menghidupi makna kebangkitan dalam keseharian: membangun keluarga yang beriman, gereja yang peduli, dan masyarakat yang damai.
JCS