Gerai AMGPM dan Pusat Pembinaan Spiritual Jadi Program Unggulan

Gerai AMGPM dan Pusat Pembinaan Spiritual Jadi Program Unggulan


Maluku.Inteiljen news – Pengurus Daerah Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Klasis Tanimbar Selatan mencatat sejumlah capaian program selama masa periode 2020-2025.

Ketua AMGPM Daerah Tanimbar Selatan Mon Sopacua, mengungkapkan hal itu saat diwawancarai di Gedung Gereja Damai Saumlaki, Sabtu, 11 April 2026.

Menurut Sopacua, Meski dengan berbagai keterbatasan, pengurus daerah berupaya memaksimalkan program pelayanan, baik pertumbuhan kaderisasi dalam organisasi maupun pemberdayaan sumber daya manusia, ujar Sopacua.

Empat Capaian Utama

Pengurus daerah berhasil mengaktifkan kembali satu cabang yang sempat vakum. Langkah ini diambil guna memastikan proses pelayanan kader AMGPM tetap berjalan di tingkat cabang. Dilakukan pemekaran satu cabang baru sebagai bentuk perluasan jangkauan pelayanan AMGPM di Klasis Tanimbar Selatan. Bidang pemberdayaan SDM, kurang lebih 100 peserta telah difasilitasi mengikuti pelatihan keterampilan di Kota Ambon. Pelatihan mencakup service AC, menjahit, pertukangan kayu, dan bidang lainnya yang dilaksanakan tiga tahap dalam setahun.

Meski demikian, kami masih terkendala biaya untuk membantu peserta pelatihan menjalankan keterampilan yang sudah dimiliki, terutama pengadaan alat kerja, kata Sopacua.

Siapkan Gerai dan Pusat Pembinaan

Menurut Sopacua, ada dua program pemberdayaan yang menjadi tanggung jawab bersama ke depan. Pengurus daerah telah merencanakan pembukaan Gerai AMGPM dan sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Tenaga Kerja dan Koperasi (Perindaknaker) Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kami sudah berkoordinasi dengan Disperindag agar satu buah ruko di Pasar Ngirimase. Pembayaran dan operasional gerai ini akan menjadi tanggung jawab pengurus daerah dan sudah kami siapkan, bebernya.

Selain itu, pengurus juga telah merintis lokasi Pusat Pembinaan Spiritual Pemuda. Pendekatan dengan Kepala Desa Otemer sudah dilakukan untuk menyiapkan lahan tahap awal seluas satu hektare. Lahan tersebut akan dibayarkan oleh pengurus daerah sehingga pusat pembinaan spiritual pemuda itu harus ada, tambahnya.

Sopacua berharap kepengurusan yang baru nanti dapat melanjutkan program yang telah dijalankan. “Semua anggaran sudah disiapkan, tinggal melanjutkan ke depan. Kiranya dapat dipergunakan oleh pemuda baik dalam sisi pemberdayaan sumber daya manusia maupun pembinaan spiritual yang baik, harapnya.

 

(JCS)

Tinggalkan Balasan