Sidak Kesiapsiagaan di Ujung Timur: Dankodaeral IX Ambon Periksa Lanal Tual

Sidak Kesiapsiagaan di Ujung Timur: Dankodaeral IX Ambon Periksa Lanal Tual

Maluku. Intelijen news.com – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Ambon, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesiapsiagaan di Pangkalan TNI AL (Lanal) Tual, Selasa, 14 April 2026. Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari agenda penguatan pertahanan laut di kawasan timur Indonesia yang dinilai kian strategis.

Pesawat CN235-220 MPA milik TNI AL yang membawa Hanarko dan rombongan mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, sekitar pagi hari. Pesawat tersebut diketahui tengah menjalankan misi operasional bertajuk Purla Tameng Papua-26. Kehadiran jenderal bintang dua itu disambut Komandan Lanal Tual Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Di ruang VIP bandara, pertemuan berlangsung singkat namun hangat. Sejumlah pejabat daerah tampak berbincang akrab dengan rombongan TNI AL. Momentum ini, menurut salah satu pejabat setempat, mencerminkan sinergi yang terjalin antara unsur militer dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas kawasan perbatasan dan kepulauan.

Agenda utama kunjungan tersebut adalah memastikan kesiapan operasional Lanal Tual dalam menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan laut. Dalam sidak itu, Hanarko meninjau fasilitas pangkalan, alutsista, hingga kesiapan personel. Ia juga menerima paparan mengenai kondisi wilayah kerja Lanal Tual yang mencakup perairan strategis di sekitar Maluku Tenggara.

Kesiapsiagaan tidak boleh bersifat administratif semata, tetapi harus nyata di lapangan,” ujar seorang perwira yang mengikuti pengarahan internal usai peninjauan.

Wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku dan Papua, memiliki posisi geopolitik penting karena berbatasan langsung dengan sejumlah negara dan dilintasi jalur pelayaran internasional. Karena itu, TNI AL menempatkan penguatan pangkalan dan patroli laut sebagai prioritas.

Selain menjalankan program kerja rutin, Dankodaeral IX menekankan pentingnya pemberdayaan wilayah pertahanan laut serta peningkatan kemampuan deteksi dan respons dini terhadap potensi pelanggaran hukum di laut. Fungsi TNI AL, menurutnya, tidak hanya sebatas pertahanan matra laut, tetapi juga penegakan hukum, diplomasi maritim, hingga pembangunan kekuatan.

Kunjungan ini juga menjadi pesan simbolik bahwa komando atas tetap memantau langsung kesiapan satuan di daerah. Di tengah dinamika keamanan kawasan dan meningkatnya aktivitas di perairan timur, TNI AL berupaya memastikan setiap pangkalan berada dalam kondisi siap operasi.

Bagi Lanal Tual, sidak ini bukan sekadar agenda protokoler. Ia menjadi pengingat bahwa garis pertahanan terluar Indonesia berada di hamparan laut yang luas dan kesiapsiagaan adalah harga mati.

 

(JCS)

Tinggalkan Balasan