Maluku. Intelijennews.com– Jembatan kayu penghubung Desa Wunlah – Wabar – Kilon Kecamatan Wuar Labobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, ambruk pada Senin 27 April 2026 dini hari.
Putusnya jembatan sepanjang 25 meter itu memutus total akses utama masyarakat teristimewa anak sekolah, pasien rujukan, dan distribusi logistik warga,
Menurut Belwawin, Jembatan yang ambruk diketahui hanya berbahan batang kelapa dan papan kayu lokal tanpa pondasi beton, konstruksi darurat itu tak mampu menahan derasnya arus Sungai di musim hujan sehingga jembatan sudah miring dan lapuk sejak 2024 akhirnya roboh padahal telah diperbaiki berulang kali oleh masyarakat melalui bantuan sejumlah pemerintah desa, ujarnya
Aktifitas masyarakat seperti pasien rujukan pasien darurat ke Puskesmas Wunlah terhambat, serta aktifitas pemenuhan yang berhubungan langsung dengan masyarakat pun terkendala di lapangan, ujar Kades Wabar Kanisius Belwawin
Kanisius Belwawin selaku kepala desa Wabar mengatasnamakan masyarakat Wuarlabobar berharap pemda KKT dapat menglokasikan APBD untuk jembatan permanen untuk dipergunakan dalam waktu jangka panjang
Ditempat terpisah, Kepala desa Wunlah Alexander Rahanserang,S.Pd, secara terbuka menyatakan sorotan tegas kepada pemerintah daerah mengingat jembatan penghubung sejumlah desa ini telah lama tidak diperhatikan sehingga pada saat musyawarah perencanaan pembangunan tingkat Kecamatan Wuarlabobar (Musrembang) dirinya telah menegaskan agar salah satu yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah akses jalan dan jembatan penghubung, mengingat telah terjadinya banyak korban laka laut yang menghilangkan nyawa masyarakat di Wuarlabobar, beber Rahanserang
JCS