Maluku. Intelijennews.com – Dimas Luanmase, perwakilan buruh dari Indonesia Timur, menghadiri kegiatan bertajuk _Silaturahmi Menteri Ketenagakerjaan RI Bersama Mitra Strategis_ yang digelar di Wisma Kementerian Ketenagakerjaan, Ciloto, Selasa 6/5/2026.
Dalam kegiatan itu, Dimas berdialog langsung dengan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli serta Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat. Ia menyampaikan berbagai aspirasi buruh dari kawasan Indonesia Timur.
Suasana Terbuka, Sarat Subtansi
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban, namun tetap sarat substansi. Dimas memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi buruh, khususnya di wilayah timur Indonesia.
“Buruh Indonesia Timur masih tertinggal dalam aspek perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah pusat” kata Dimas
Soroti Ketidakpastian Kerja Dan Upah Rendah
Dalam penyampaiannya, Dimas menegaskan bahwa buruh di Indonesia Timur masih menghadapi ketidakpastian kerja, rendahnya standar upah, minimnya jaminan sosial, serta lemahnya pengawasan ketenagakerjaan di daerah terpencil.
“Banyak buruh kontrak bertahun-tahun tanpa diangkat tetap. Upah di bawah UMP, tapi pengawasan tidak sampai. Di sektor perkebunan, tambang, dan perikanan, buruh kerja tanpa APD layak. Ini potret nyata di Maluku” tegas Dimas.
Kaitkan Isu Lingkungan Dan Kerja Layak
Di hadapan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Dimas juga menyinggung dampak industri ekstraktif terhadap buruh.
“Kerusakan lingkungan karena tambang dan sawit berimbas ke buruh. Saat perusahaan tutup karena konflik lahan, buruh yang pertama jadi korban PHK,” ujarnya.
Ia mendorong sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan dan lingkungan hidup agar buruh tidak dikorbankan demi investasi.
Respon Kedua Menteri
Mereka para menteri menyatakan akan mengevaluasi pengawasan ketenagakerjaan di Indonesia Timur.
“Laporan dari kawan-kawan buruh timur jadi masukan penting. Kami akan perkuat Balai Pengawas di Ambon, Kupang, dan Jayapura,” katanya
Harapan Buruh
Dimas berharap silaturahmi ini bukan sekadar seremonial. “Kami tunggu aksi nyata. Revisi aturan outsourcing, naikkan UMP sektoral timur, dan wajibkan perusahaan patuh K3. Buruh timur juga anak bangsa, tutup Dimas.
JCS