Tanimbar, Maluku.Intelijennews.com – Nama Kepala Desa Tumbur, Kec. Wertamrian, Kab. Kepulauan Tanimbar kembali diseret ke meja sorotan warga. “Lagi-lagi” jadi kata yang paling sering terdengar Rabu ini.
Penyebabnya sama, transparansi dana, Bedanya, kali ini tudingannya lebih telanjang.
2 Minggu Diam, Laporan Nol
Sumber internal yang minta identitas dirahasiakan buka suara. Sudah hampir 2 minggu sejak berita dana pembangunan gedung gereja Tumbur viral, tapi Kades disebut “merasa biasa-biasa saja”.
“Tak pernah punya upaya membuat laporan pertanggungjawaban kepada umat dan masyarakat di desa Tumbur,” ujar sumber.
Diam seribu bahasa di tengah desakan warga. Itu yang bikin sorotan kali ini lebih tajam.
Dugaan Catatan Palsu, Pasir Tumbur Kenapa Bayar ?
Bomnya ada di administrasi. Sumber menduga Kades sengaja membuat catatan pengeluaran palsu untuk mendaftarkan biaya pembangunan gereja.
Salah satu poin yang dianggap pembohongan terhadap umat biaya pasir.
“Tumbur ini daerah pasir. Pasir itu gratis, tidak ada biaya apapun. Bagaimana ada pembayaran? Kades jangan buat catatan palsu untuk bohongi kami” tegas sumber dengan nada geram.
Logika sederhana warga, masa iya pasir di tanah sendiri harus beli?
Bendahara Dipinggirkan, Kades Makan MahalĀ
Sorotan tak berhenti di gereja. Sumber lain menyebut selama masa jabatan Kades Tumbur, “tidak ada pembangunan apapun di dalam desa”.
Yang lebih krusial, dugaan kuat Kades menarik keuangan desa dari tangan bendahara.
“Keuangan desa yang seharusnya dipegang bendahara juga ditarik oleh kades, sehingga bendahara tidak pernah pegang sejumlah uang desa. Semua itu di tangan kades,” ungkap sumber.
Pengamatan warga menambah panas. Kades disebut sering berada di Saumlaki saat jam makan siang, dan selalu di rumah makan mahal.
“Dugaan kami, keuangan desa hanya diperbolehkan untuk makan di restoran mahalan,” ujar warga.
Tuntutan Evaluasi atau Copot
Sebagai tokoh masyarakat Tumbur, sumber menutup dengan tuntutan tegas ke Pemkab Kepulauan Tanimbar:
“Sesegera mungkin mengevaluasi kinerja Kepala Desa Tumbur. Bila perlu dicopot jabatannya.”
Dua kali disorot dalam 2 minggu. Warga Tumbur kini tak minta janji lagi. Mereka minta bukti, atau kursi kosong.
JCS