Kolaborasi BRI Cabang Sinjai bersama DPD AMJI -RI Sinjai dalam Aksi kepedulian sosial membawa haru

 

IntelijenNews.Com, sinjai – Ada keheningan yang mendadak melingkupi salah satu sudut di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sinjai Utara, Jumat (28/8/2026). Di dalam bangunan sederhana Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Al-Hidayah Amanah, deretan paket sembako yang tersusun rapi mungkin hanyalah benda fisik. Namun, nilai di baliknya jauh menembus batas-batas materi—sebuah wujud kepedulian yang hangat dari Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia (AMJI-RI) DPD Sinjai bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sinjai.

Aksi sosial bertajuk “Berbagi Kepedulian, Menebar Kebaikan” ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD AMJI-RI Sinjai Elang Suganda bersama Pemimpin Cabang BRI Sinjai Isaskar Irwan TA, didampingi jajaran pengurus DPD AMJI – RI dan pegawai BRI.

Elang menyampaikan bahwa kolaborasi ini murni lahir dari panggilan nurani untuk hadir di tengah sesama yang membutuhkan. Langkah ini pun mendapat apresiasi mendalam dari Isaskar Irwan TA, yang menilai sinergi antara insan pers dan perbankan sebagai bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Namun, di balik seremonial penyaluran bantuan pangan tersebut, tersimpan cerita ketabahan yang menggetarkan hati. Pengelola LKS Al-Hidayah Amanah, Marwah, menyambut bantuan ini dengan rasa syukur yang membuncah. Selama 32 tahun tanpa lelah, ia mendedikasikan hidupnya untuk merawat, mendidik, dan membesarkan 29 anak penyandang disabilitas dari pelbagai pelosok Sulawesi Selatan. Bagi panti ini, setiap uluran tangan adalah napas baru untuk terus bertahan.

Suasana kian haru tatkala dua putri tunawicara binaan panti berdiri di hadapan para tamu. Tanpa suara kata yang sempurna, mereka melantunkan surah Al-Fatihah beserta terjemahannya menggunakan bahasa isyarat dan ketulusan jiwa yang pekat. Kepasrahan dan keindahan yang terpancar dari keterbatasan itu tak pelak membuat mata Pemimpin Cabang BRI Sinjai, Isaskar Irwan TA, berkaca-kaca menahan haru.

Di tempat yang sunyi dari riuk tepuk tangan dunia itu, bantuan sembako tidak sekadar mengisi persediaan dapur, melainkan menegaskan sebuah pesan hangat kepada anak-anak disabilitas di sana: bahwa mereka tidak pernah berjalan sendirian.

A. Kadir  setiawan, SH

Tinggalkan Balasan