MAKASSAR, lIntelijenNews.com — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU kembali menjadi pemandangan yang menyita perhatian,Rabu( 09/09/2026 )
Masyarakat harus menghabiskan waktu berlama-lama hanya untuk mendapatkan BBM yang menjadi kebutuhan penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini layak dipertanyakan secara serius. Jika antrean terjadi di banyak tempat, publik berhak tahu: apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan pasokan dan distribusi BBM?
Jangan rakyat terus yang diminta sabar, antre, dan menunggu, sementara pemerintah seolah hanya menjadi penonton dari persoalan yang dirasakan langsung masyarakat.
Bagi pekerja, pedagang, pengemudi, nelayan, hingga masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, BBM bukan barang mewah. BBM adalah bagian dari roda kehidupan dan sumber penghasilan.
Ketika masyarakat kehilangan waktu berjam-jam di SPBU, siapa yang mengganti kerugian waktu dan pendapatan mereka?
Pemerintah dan instansi terkait harus berhenti memberikan jawaban normatif jika memang persoalannya belum selesai.
Publik membutuhkan penjelasan yang terbuka, data yang jelas, serta langkah konkret untuk memastikan pasokan BBM kembali normal.
Jangan sampai antrean rakyat semakin panjang, sementara respons pemerintah justru semakin pendek.
Ini bukan sekadar persoalan antrean di SPBU. Ini soal bagaimana negara hadir ketika kebutuhan dasar masyarakat mulai tersendat.
Rakyat sudah terlalu sering diminta bersabar. Sekarang giliran pemerintah menunjukkan kerja nyata.
( Rahmat Jafar,SE )