IntelijenNews.Com, Makassar — Pernyataan pemerintah yang menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman kembali menjadi pertanyaan serius setelah kondisi di lapangan justru menunjukkan hal berbeda,jumat (11-09-2026).
Pantauan IntelijenNews.com di SPBU dengan kode 74.90246, terlihat sejumlah fasilitas pengisian BBM tidak dapat melayani masyarakat.
Bahkan, terdapat papan informasi yang menunjukkan Pertalite kosong.
Kondisi tersebut terjadi di tengah masyarakat yang masih harus mengantre dan berupaya mendapatkan BBM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar,Jika stok BBM benar-benar aman sebagaimana yang disampaikan pemerintah, mengapa masyarakat masih menemukan SPBU yang kehabisan stok?
Pemerintah sebelumnya menyebut panjangnya antrean BBM salah satunya disebabkan masyarakat yang panik.
Namun, persoalannya tidak sesederhana itu. Masyarakat tentu tidak akan rela menghabiskan waktu mengantre berjam-jam jika pasokan BBM tersedia secara normal dan mudah diperoleh.
Lalu siapa yang harus menjelaskan kondisi ini?
Jangan sampai masyarakat terus-menerus diminta percaya bahwa stok aman, sementara kenyataan di lapangan justru memperlihatkan adanya kekosongan BBM di sejumlah titik.
Antrean panjang bukan sekadar persoalan masyarakat panik.
Ada persoalan yang harus dilihat secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan stok di SPBU, distribusi dari terminal BBM, jadwal pengiriman, hingga kemampuan pasokan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Jika stok memang tersedia, pemerintah dan pihak terkait harus mampu menjelaskan mengapa BBM bisa kosong di SPBU tertentu dan kapan pasokan kembali normal.
Masyarakat tidak membutuhkan pernyataan yang hanya terdengar menenangkan.
Masyarakat membutuhkan BBM yang benar-benar tersedia ketika mereka datang ke SPBU.
Sebab, bagi masyarakat kecil, BBM bukan sekadar angka dalam laporan atau pernyataan bahwa “stok aman”. BBM digunakan untuk bekerja, mengantar anak, berdagang, mencari nafkah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah:Pemerintah mengatakan stok aman. Di lapangan BBM kosong.
Masyarakat masih antre. Jadi, sebenarnya masalahnya ada di mana? Stoknya, distribusinya, atau pengawasannya?
Jangan sampai rakyat kembali menjadi pihak yang harus menanggung dampak ketika terjadi persoalan distribusi.
Pemerintah harus hadir memberikan kepastian, transparansi, dan solusi nyata, bukan sekadar meminta masyarakat agar tidak panik.
IntelijenNews.com mendorong Pertamina dan pemerintah daerah maupun pusat terkait untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi pasokan BBM di SPBU 74.90246 serta SPBU lain yang mengalami kekosongan.
Kalau benar stok aman, buktikan dengan ketersediaan BBM di lapangan.
Karena rakyat tidak membeli BBM dari pernyataan—rakyat membutuhkan BBM yang benar-benar ada.
( Tim redaksi )