BMKI Soroti Dugaan Persoalan Pelayanan RS Paramount, Dinkes dan DPRD Makassar Didesak Ungkap Hasil Pemeriksaan

BMKI Soroti Dugaan Persoalan Pelayanan RS Paramount, Dinkes dan DPRD Makassar Didesak Ungkap Hasil Pemeriksaan

MAKASSAR, IntelijenNews.com — Barisan Muda Keadilan Indonesia (BMKI) menyoroti dugaan persoalan dalam pelayanan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar menyusul meninggalnya cucu Anggota DPR RI Taufan Pawe.

‎Ketua Umum BMKI, Irham Tompo, S.Kep., Ns., CWCCA, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap rangkaian pelayanan yang berkaitan dengan kasus tersebut.

‎Menurut BMKI, sejumlah informasi yang beredar mengenai proses penanganan pasien, termasuk dugaan hambatan dalam penggunaan fasilitas rumah sakit, perlu diperiksa dan diverifikasi berdasarkan fakta serta prosedur yang berlaku.

‎“Keselamatan pasien adalah hukum tertinggi. Tidak boleh ada kompromi atas nyawa manusia,” tegas Irham.

‎BMKI meminta Dinkes Makassar memastikan apakah seluruh prosedur pelayanan dan standar keselamatan pasien telah dijalankan sebagaimana mestinya. Hasil pemeriksaan, menurut BMKI, penting disampaikan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

‎DPRD Kota Makassar juga didesak menjalankan fungsi pengawasan dengan mengawal proses pemeriksaan agar berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.

‎BMKI menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi. Namun, apabila nantinya ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan pelayanan kesehatan, maka pihak yang berwenang diminta memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

‎Bahkan, jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran serius yang dilakukan secara berulang, BMKI meminta pemerintah mempertimbangkan sanksi administratif sesuai ketentuan, termasuk pencabutan izin apabila memang memenuhi persyaratan hukum dan administratif.

‎“Yang kami dorong adalah keterbukaan dan evaluasi. Kalau ada pelanggaran, tindak sesuai aturan. Kalau tidak terbukti, sampaikan juga kepada publik agar persoalan tidak berkembang menjadi informasi yang keliru,” ujar Irham.

‎Sementara itu, RSIA Paramount Makassar perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas berbagai informasi maupun dugaan yang berkembang.

‎Dengan demikian, seluruh pihak diharapkan menghormati asas praduga tak bersalah dan menunggu hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang.

‎BMKI berharap kasus ini menjadi momentum evaluasi pelayanan kesehatan di Kota Makassar, khususnya terkait penerapan standar keselamatan pasien dan penanganan kondisi yang membutuhkan pelayanan segera.

‎Publik kini menanti penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai fakta dan hasil pemeriksaan atas kasus tersebut.

‎( zhoel )

Tinggalkan Balasan