INTELIJENNEWS, JAKARTA – Akademisi Rocky Gerung resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P tentang Pengangkatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memandu pengucapan sumpah jabatan yang diikuti para anggota Wantimpres yang baru dilantik.
Pelantikan Rocky Gerung menjadi salah satu perhatian publik, mengingat selama ini ia dikenal sebagai akademisi dan pengamat yang kerap menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
“Bahwa saya akan setia pada nusa dan bangsa, dan akan memenuhi segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan ini,” ucap Presiden Prabowo, saat membacakan sumpah jabatan diikuti oleh para pejabat di lokasi.
Setelah pembacaan sumpah, para pejabat Wantimpres yang dilantik menandatangani berita acara di hadapan Prabowo.
Dengan pelantikan itu, Rocky Gerung pun resmi menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Adapun pelantikan Rocky berbarengan dengan Pelantikan Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa Sebagai Wakil Ketua Wantimpres dan Muhammad Qodari menjadi Sekretaris Wantimpres.
Profil Rocky Gerung
Dilansir dari Tribunnews.com, Rocky 20 Januari 1959 di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
Rocky adalah lulusan dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI), dengan jurusan Ilmu Filsafat pada tahun 1986. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Rocky Gerung menjadi dosen tidak tetap di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.
Selama 15 tahun, ia mengajar di UI dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu filsafat di kampus tersebut.
Beberapa kontribusi pentingnya adalah perumusan 7 hingga 9 mata kuliah baru dan mengajar mata kuliah tersebut di UI.
Selain menjadi dosen, Rocky Gerung juga aktif sebagai peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) serta pendiri dan anggota SETARA Institute sejak tahun 2007.
Selain itu Rocky dikenal sebagai pengamat politik, Rocky Gerung sering membuat komentar kontroversial yang menarik perhatian publik.
TIM REDAKSI