Wagub Sulbar Penuhi Janji, Temui Warga Kalukku Terkait Penolakan Tambang Pasir

Wagub Sulbar Penuhi Janji, Temui Warga Kalukku Terkait Penolakan Tambang Pasir

MAMUJU, Intelijennews.com.,  – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, menepati janjinya untuk bertemu langsung dengan warga Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, usai aksi unjuk rasa penolakan tambang pasir yang sebelumnya digelar di kantor Gubernur Sulbar.

 

Dalam kunjungan tersebut, Salim S. Mengga mendengarkan satu per satu aspirasi dan keluhan masyarakat terkait rencana aktivitas pertambangan pasir di wilayah mereka. Warga menyampaikan penolakannya karena khawatir terhadap potensi kerusakan lingkungan yang bisa ditimbulkan oleh tambang tersebut.

 

Tak hanya itu, masyarakat juga mengungkapkan dugaan adanya pemalsuan tanda tangan oleh pihak perusahaan dalam proses penerbitan izin tambang.

 

“Pihak perusahaan telah memalsukan tanda tangan empat warga untuk memperkuat dokumen izin pertambangan,” ujar salah seorang warga.

 

Menanggapi hal tersebut, Salim S. Mengga menyatakan bahwa jika terbukti ada indikasi perusakan lingkungan maupun pelanggaran dalam proses perizinan, maka izin perusahaan akan dicabut.

 

“Kalau pun perusahaan tetap beroperasi, harus ada jaminan bahwa mereka mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Jika menimbulkan kerusakan, maka harus ada ganti rugi,” tegasnya.

 

Wagub juga memastikan bahwa pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat. “Yakin dan percaya, kami tidak akan membiarkan rakyat sengsara. Pemerintah akan mencari solusi terbaik agar kehidupan masyarakat semakin baik. Itu tugas kami,” ujarnya.

 

Salim S. Mengga menambahkan, dalam waktu dekat tim khusus yang telah dibentuk akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi. Ia meminta masyarakat mendukung upaya ini dengan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh tim.

 

Ia juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Jika nantinya ditemukan pelanggaran oleh pihak perusahaan, ia memastikan izin akan dicabut.

 

“Semoga persoalan tambang pasir ini bisa segera diselesaikan agar tidak mengganggu ketenangan dan pikiran masyarakat,” pungkas Salim S. Mengga.(*)

Tinggalkan Balasan