INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Operasi pasar beras premium yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh (Disperindag) di Komplek Pasar Bina Usaha (PBU), Meulaboh, mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat setempat. Kegiatan yang semestinya menjadi upaya membantu warga memperoleh beras dengan harga terjangkau, justru menimbulkan ketidakpuasan akibat sistem distribusi kupon yang dianggap tidak transparan dan tidak adil.
Beberapa warga mengungkapkan ketidakwajaran dalam pembagian kupon pembelian beras. Seperti yang diungkapkan Nida, warga Meulaboh, ia hanya menerima satu kupon sementara peserta lain diketahui mendapat kupon hingga tiga kali, sehingga berhasil membawa pulang enam sak beras.Saya cuma dapat satu kupon. Warga lain sudah antre lama tapi malah tidak kebagian. Sedih lihat orang tua sampai menangis karena tak dapat beras,” ujar Nida.
Senada dengan itu, Abu Samad mengaku telah mengantre lebih dari satu jam tanpa hasil.Saya sudah di depan meja petugas, tapi beras sudah habis. Uang dikembalikan, tapi kami tetap kecewa,” ungkapnya.
Harapan Akan Perbaikan Sistem
Abu Samad berharap operasi pasar semacam ini tidak hanya digelar sebulan sekali, melainkan secara berkala dan dengan mekanisme yang lebih tertib agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat kecil.
Respons Petugas dan Penjelasan Kadis Prindagkop
Ketika dimintai keterangan, petugas di lokasi enggan memberikan pernyataan dengan alasan belum mendapat izin dari atasan. Namun Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Aceh Barat, Khairuzzadi, menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan program Pemerintah Aceh dalam rangka pengendalian inflasi, dilaksanakan pada 29–30 Juli 2025 dengan total komoditas beras premium sebanyak 9.800 kg.
Karena jumlah terbatas dan tingginya antusiasme masyarakat, memang belum semua bisa terlayani. Ini menjadi bahan evaluasi kami, dan akan kami sampaikan ke provinsi. Semoga ke depan pelaksanaannya lebih baik,” ujar Khairuzzadi.
Tim Intelijennews.