INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat mendesak perusahaan-perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi bidang teknik pertambangan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertambangan Aceh Barat. Kontribusi tersebut diharapkan dapat disalurkan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani, pada Rabu, 30 Juli 2025. Menurutnya, kehadiran SMK Pertambangan di Aceh Barat merupakan peluang strategis dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap terjun langsung ke sektor industri tambang. Namun, hingga kini dukungan dari pihak industri terhadap lembaga pendidikan tersebut masih tergolong minim. Perusahaan tambang tidak seharusnya hanya menggali kekayaan alam daerah, tetapi juga perlu menanamkan kontribusi nyata untuk masa depan Aceh Barat, khususnya melalui sektor pendidikan. Kami mendesak agar perusahaan menyediakan anggaran khusus untuk mendukung operasional dan pengembangan jurusan pertambangan di SMK Pertambangan Aceh Barat,” ujar Ahmad Yani.
Politisi Partai Gerindra tersebut menambahkan, bentuk kontribusi yang dimaksud dapat meliputi penyediaan peralatan praktik yang modern, pemberian beasiswa, pelatihan guru, serta program magang bagi siswa. Dengan dukungan tersebut, ia yakin lulusan SMK akan memiliki daya saing yang tinggi dan dapat langsung terserap ke dunia kerja, bahkan menjadi tenaga kerja unggulan di perusahaan tambang yang ada. Ia juga menekankan bahwa keberlanjutan sektor tambang sangat bergantung pada kesiapan SDM yang relevan. Oleh sebab itu, sinergi antara dunia industri dan pendidikan menjadi kunci penting dalam membangun daerah yang mandiri secara ekonomi dan sumber daya. Dorongan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk memfasilitasi kerja sama antara SMK Pertambangan dan perusahaan tambang melalui regulasi atau nota kesepahaman (MoU) yang mengikat,”imbuhnya.
Kalau kita tidak ingin masyarakat kita hanya menjadi penonton di negerinya sendiri, maka pendidikan vokasi harus diperkuat secara serius. Perusahaan wajib mengambil peran aktif, karena itu adalah bagian dari tanggung jawab sosial mereka,dengan langkah strategis ini, diharapkan Aceh Barat tidak hanya dikenal sebagai wilayah penghasil tambang, tetapi juga sebagai pusat pencetak SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,”tutup Ahmad Yani.
Tim Intelijennews.