INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Dalam langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap tantangan zaman, Inspektorat Kabupaten Aceh Barat bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) resmi meluncurkan inovasi digital bertajuk MR KABAR (Manajemen Risiko Kabupaten Aceh Barat).
Peluncuran ini dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko yang digelar di Gedung B Dinas Pendidikan Aceh Barat, Rabu (13/8). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan menjadi penutup rangkaian pelatihan ASN selama dua hari.
Tentang MR KABAR.
MR KABAR merupakan sistem terintegrasi yang dirancang untuk membantu OPD dalam melakukan inventarisasi, pemetaan, dan pengendalian risiko, baik pada level operasional maupun strategis. Sistem ini memungkinkan pelaporan dan pemantauan risiko secara real-time, sehingga pemerintah daerah dapat merespons cepat terhadap potensi ancaman yang dapat menghambat pembangunan dan pelayanan publik.
Inovasi ini digagas oleh Irwandi, Inspektur Pembantu II pada Inspektorat Aceh Barat, dan dikembangkan secara teknis oleh tim kerja yang dipimpin Nurhikmat Muhammad. Pengembangan sistem ini memanfaatkan fasilitas Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang difasilitasi oleh Diskominsa, tanpa membebani anggaran daerah.
Kepala Diskominsa Aceh Barat menyampaikan apresiasi atas lahirnya MR KABAR sebagai wujud nyata kolaborasi lintas OPD dalam mendorong transformasi digital.
MR KABAR adalah contoh sinergi yang luar biasa. Dengan memanfaatkan PDNS, kita tidak hanya menekan biaya, tetapi juga menjamin keamanan dan ketersediaan data. Ini adalah langkah strategis menuju pemerintahan berbasis elektronik yang efisien dan terpercaya,” ujarnya.
Bimtek yang dijadwalkan selesai pukul 16.30 WIB berlangsung hingga pukul 18.00 WIB karena tingginya antusiasme peserta. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan teknis, dan memperdalam pemahaman tentang mekanisme kerja MR KABAR serta penerapannya di masing-masing OPD.
Selama pelatihan, peserta dibekali dengan materi komprehensif mengenai penilaian risiko, teknik mitigasi, dan strategi pengendalian internal yang efektif di lingkungan pemerintahan daerah.
Melalui MR KABAR, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan risiko yang cermat dan terukur. Semboyan “Risiko terKABAR, Daerah Terjaga” menjadi representasi harapan agar setiap risiko dapat diidentifikasi lebih cepat, dimitigasi dengan tepat, dan dicegah secara sistematis demi menjaga keberlangsungan pembangunan dan peningkatan mutu pelayanan publik.
Tim Intelijennews.