ACEH BARAT :Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama para ulama dayah menggelar Mubahatsah Ulama Dayah (MUDAB) Akbar ke-III dan Istighatsah Kubra di Dayah Ruhul Qurani Islamic Boarding School, Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, hadir mengenakan pakaian serba putih dan kupiah hitam, menunjukkan keakraban dengan para ulama. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung penuh keputusan ulama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang kian kompleks.
Walaupun banyak tantangan, pemerintah Aceh Barat tetap samikna wa atha’na terhadap keputusan para ulama,” ujar Tarmizi.
Nikah Siri: Ancaman Masa Depan Anak. Tema utama MUDAB Akbar kali ini adalah nikah siri, yang disampaikan oleh ulama kharismatik Aceh, Abu Mudi. Bupati Tarmizi menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya praktik nikah siri yang berpotensi merugikan masa depan anak-anak.
Nikah siri sangat berbahaya. Anak-anak hasil pernikahan ini tidak diakui negara. Pemerintah hadir untuk meminimalisasi praktik ini. Semoga setelah pengajian Abu Mudi, tidak ada lagi nikah siri di Aceh Barat,” tegasnya.
Tantangan Sosial: Aliran Sesat, Judi Online, dan Narkob, selain nikah siri, Bupati Tarmizi juga menyoroti tiga tantangan besar yang dihadapi masyarakat Aceh Barat:
– Aliran sesat yang menyebar secara masif dan merusak akidah umat.
– Judi online, yang menjadi pemicu utama meningkatnya angka perceraian.
– Narkoba, yang kini bahkan menyasar anak-anak usia sekolah.
Kami berharap persatuan antara ulama dan pemerintah terus terjalin. Pemerintah akan mengikuti arahan ulama demi kemaslahatan umat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Tarmizi memohon doa dari para ulama agar pemerintah Aceh Barat senantiasa diberi kekuatan, keistiqamahan, dan perlindungan Allah dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Kami merasa dimudahkan Allah dari berbagai mara bahaya, salah satunya berkat doa para ulama. Selamat atas terselenggaranya MUDAB Akbar ke-III. Sudah saatnya seluruh ulama, pemerintah, dan santri bersatu,” tutupnya.
Tim Intelijennews.