SMPN 6 Meureubo Pionir Pendidikan Inklusif Tingkat SMP di Aceh.

SMPN 6 Meureubo Pionir Pendidikan Inklusif Tingkat SMP di Aceh.

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : SMP Negeri 6 Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, mencatat sejarah sebagai satu-satunya sekolah tingkat SMP di Provinsi Aceh yang menerima bantuan dari Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) untuk menyelenggarakan program sosialisasi pendidikan inklusif.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di lingkungan sekolah yang berlokasi di Komplek Budha Tzu Chi, Gampong Peunaga Paya, Kecamatan Meureubo, dan dibuka secara resmi oleh Asisten I Setdakab Aceh Barat, Irfan Murdani, mewakili Bupati Aceh Barat.

Turut hadir dalam kegiatan ini:
– Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Dr. Husensah.

– Para kepala sekolah dari jenjang SD hingga SMA.

– Unsur Forkompimcam, Komite Sekolah, DPRK, TNI-POLRI.

– Perwakilan instansi pemerintah dan lembaga profesi guru.

Komitmen untuk Pendidikan yang Setara. Kepala SMPN 6 Meureubo, Kasumi Mari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal lengkap kepada Kementerian Pendidikan, berisi data dan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut.

Proposal kami telah melalui proses panjang dan verifikasi di tingkat kementerian. Alhamdulillah, SMPN 6 Meureubo dipercaya untuk melaksanakan sosialisasi ini. Bantuan yang kami terima saat ini difokuskan untuk kegiatan sosialisasi, sebagai bentuk komitmen bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak untuk belajar,” ujar Kasumi.

Selain SMPN 6 Meureubo, bantuan serupa juga diterima oleh sekolah tingkat SD di Lhokseumawe dan Pidie Jaya.

Kasumi menambahkan bahwa siswa berkebutuhan khusus di SMPN 6 Meureubo mencakup berbagai kategori, seperti:
– Tunanetra (gangguan penglihatan).

– Tunarungu (gangguan pendengaran).

– Tunadaksa (gangguan gerak).

– Tunagrahita (keterlambatan mental).

– Tunalaras (gangguan emosional).

Dukungan Pemerintah Daerah, dalam sambutannya, Irfan Murdani menegaskan pentingnya pendidikan inklusif sebagai pendekatan yang menjamin hak belajar bagi semua anak tanpa diskriminasi.

Setiap anak itu unik dan memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan inklusif mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang ramah, menghargai perbedaan, dan memberi ruang bagi semua siswa untuk tumbuh dan berkembang,” tegas Irfan.

Ia juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pembuatan profil belajar siswa dan intervensi dasar bagi anak berkebutuhan khusus, agar guru mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu.

Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah besar bagi semua anak. Tempat mereka tumbuh, belajar, dan bermimpi tanpa ada yang tertinggal. Anak-anak berkebutuhan khusus bukan untuk dikasihani, tetapi untuk diberi kesempatan,” pungkasnya.

Apresiasi dari Dinas Pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Dr. Husensah, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan SMPN 6 Meureubo sebagai sekolah percontohan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Pendidikan inklusif bukan hanya soal akses pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga bagaimana mencerdaskan masyarakat yang lebih inklusif dan berperilaku. Ini adalah langkah besar yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras kepala sekolah dan para guru yang telah mengelola kegiatan ini dengan baik, meskipun infrastruktur sekolah masih membutuhkan perbaikan.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan