Penanganan Cepat Jembatan Darurat di Kecamatan Meureubo: Komitmen Bupati Tarmizi untuk Keselamatan dan Kesejahteraan Rakyat.

Penanganan Cepat Jembatan Darurat di Kecamatan Meureubo: Komitmen Bupati Tarmizi untuk Keselamatan dan Kesejahteraan Rakyat.

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT —
Dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di bawah kepemimpinan Bupati Tarmizi, S.P., MM dan Wakil Bupati Said Fadhei, SH bergerak cepat dan sigap menindaklanjuti prioritas utama demi kepentingan rakyat. Kepemimpinan pasangan ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap kondisi daerah, sehingga mampu mengambil keputusan strategis secara tepat waktu, meskipun masih terdapat dinamika politik yang berlangsung.

Bupati Tarmizi dikenal sebagai sosok pemimpin yang inklusif, tanpa rasa dendam, dan selalu mengayomi. Ia merangkul semua pihak untuk bersama-sama membangun Aceh Barat demi kesejahteraan rakyat. “Kini bukan waktunya untuk memilah-milah. Satukan hati, satukan jiwa untuk rakyat,” tegasnya dalam berbagai kesempatan.

Setiap hari, Tim Intelijennews melakukan monitoring dan pembaruan isu wilayah, khususnya di Aceh Barat yang menunjukkan tren perbaikan signifikan. Daerah ini mencatatkan prestasi luar biasa dalam peningkatan layanan publik dan pembangunan infrastruktur, sejalan dengan program hilirisasi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang menekankan kesejahteraan dari rakyat untuk rakyat. Semangat ini juga tercermin dalam komitmen beliau untuk memberantas korupsi dan membenahi sistem pemerintahan secara menyeluruh.

Jembatan Darurat di Ruas Jalan RGM: Bukti Nyata Respons Cepat Pemerintah.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat telah menyelesaikan pembangunan jembatan darurat dari batang kelapa di ruas jalan kawasan RGM, Kecamatan Meureubo. Jalan ini merupakan akses vital penghubung antar desa yang terputus pada Sabtu, 18 Oktober 2025 akibat hujan deras selama dua hari berturut-turut. Debit air yang tinggi menyebabkan kerusakan pada struktur Box Culvert yang sebelumnya menjadi fondasi jalan.

Menindaklanjuti arahan langsung dari Bupati Aceh Barat, tim PUPR bergerak cepat melakukan penanganan darurat sepanjang 8 meter menggunakan batang kelapa yang dilapisi kerikil. “Alhamdulillah, meski dalam kondisi hujan, tim kami tetap bekerja dengan dukungan dari pemerintah daerah, desa, dan PT IPE. Hari ini, jalan sudah bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua dan empat,” ujar Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, Minggu (19/10/2025).

Namun, Kurdi mengingatkan bahwa karena sifatnya masih darurat, kapasitas maksimal kendaraan roda empat yang dapat melintasi jembatan ini tidak boleh melebihi muatan 6 ton. “Insyaallah dalam beberapa hari ke depan, kami akan evaluasi kembali kekuatan jembatan agar dapat menyesuaikan kapasitas jalan kabupaten,” tambahnya.

Apresiasi dan Harapan. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan jembatan darurat ini, khususnya di Desa Rantau Panyang Timur, Kecamatan Meureubo. “Semoga akses sementara ini dapat memberikan kenyamanan dan memperlancar aktivitas serta perekonomian masyarakat,” tutup Kurdi.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan