INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menunjukkan komitmen luar biasa dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pelaksanaan Pasar Tani, sebuah program strategis yang digagas oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di kawasan Seuneubok, mulai Senin (20/10), sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Di tengah hujan yang belum reda, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, S.H., turun langsung meninjau pelaksanaan pasar tani. Kehadiran beliau menjadi simbol keteguhan dan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan yang berpihak pada rakyat, tanpa memandang status atau kondisi.
“TPID adalah garda terdepan dalam mengendalikan inflasi. Kami memonitor pergerakan harga, menganalisis tren pasar, dan melakukan tindakan preventif maupun korektif saat terjadi gejolak,” tegas Bupati Tarmizi.
Pasar Tani ini merupakan kolaborasi lintas instansi antara Dinas Perindagkop dan UKM, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Dinas Pangan. Beragam komoditas pokok seperti beras, cabai, bawang, telur, minyak goreng, dan sayur-mayur dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar, langsung dari petani dan pelaku usaha lokal. Antusiasme masyarakat pun tinggi, menunjukkan efektivitas program ini dalam menjawab kebutuhan riil warga.
Dengan mengusung tema “Pangan Murah, Atasi Harga Pasar”, kegiatan ini tidak hanya menjaga kestabilan ekonomi daerah, tetapi juga mendukung kesejahteraan petani dan UMKM lokal. Program ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia terkait hilirisasi dan penguatan ketahanan pangan nasional hingga ke pelosok daerah.
Dalam pantauan Tim Intelijennews di lapangan, Aceh Barat dinilai telah berbuat nyata untuk menyelaraskan visi nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Tarmizi dan Wakil Bupati Said Fadheil, pemerintah daerah menunjukkan nilai plus yang signifikan dalam membangun ketahanan pangan dan swasembada secara berkelanjutan.
“Kami dipilih oleh rakyat, maka kami wajib memikirkan kesejahteraan rakyat. Apa pun tantangannya, kami akan terus berbuat,” pungkas Bupati Tarmizi.
Langkah ini mempertegas posisi Aceh Barat sebagai daerah yang progresif, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Pemerintah daerah tidak hanya merespons kebijakan pusat, tetapi juga mengimplementasikannya secara nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Tim Intelijennews.