PEMERINTAH ACEH BARAT AJUKAN ANGGARAN RP120,9 MILIAR UNTUK PENGAMAN TEBING SUNGAI DI DAS KRUENG MEUREUBO DAN KRUENG WOYLA.

PEMERINTAH ACEH BARAT AJUKAN ANGGARAN RP120,9 MILIAR UNTUK PENGAMAN TEBING SUNGAI DI DAS KRUENG MEUREUBO DAN KRUENG WOYLA.

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengajukan usulan anggaran sebesar Rp120.902.418.000 kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Dana tersebut direncanakan untuk pembangunan pengaman tebing sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureubo dan Krueng Woyla, sebagai langkah strategis menghadapi ancaman erosi yang semakin parah dan berdampak langsung terhadap pemukiman warga, lahan pertanian, serta infrastruktur vital.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Kurdi, menyampaikan bahwa Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, dan Wakil Bupati Said Fadheil, telah bertemu langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, pada Selasa, 6 Oktober 2025, untuk menyampaikan urgensi penanganan pengaman tebing sungai tersebut.

“Kerusakan tebing sungai di dua DAS besar ini terus terjadi dan mengancam keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. Kami telah mengajukan proposal anggaran dan menyampaikan langsung kepada Menteri PU agar segera mendapat perhatian,” ujar Kurdi.

Ia menjelaskan bahwa intensitas curah hujan yang tinggi dan karakteristik geologi wilayah Aceh Barat menjadikan daerah ini sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir. Kondisi tersebut telah menyebabkan kerusakan signifikan pada pemukiman penduduk, fasilitas umum, serta infrastruktur kawasan dan ketahanan pangan.

Dari total anggaran yang diusulkan, sebesar Rp35.902.418.000 dialokasikan untuk pengamanan tebing Sungai Krueng Woyla, dan Rp85.000.000.000 untuk pengamanan tebing Sungai Krueng Meureubo. Penanganan akan dilakukan di 32 titik yang tersebar di sepanjang kedua sungai tersebut, melintasi kawasan pemukiman masyarakat.

Untuk Krueng Woyla, titik-titik yang diusulkan meliputi Gampong Tanoh Mirah, Peuribu, Ulee Pulo, Paya Meugeundrang, Paya Baro, Sakuy, Gaseu, Pasi Mali, Blang Cot Rubek, Ranto Panyang, Kuala Bhee, Paya Baro WT, dan Pasi Janeng. Nilai anggaran per titik bervariasi, mulai dari Rp1,5 miliar hingga Rp6,4 miliar.

Sementara untuk Krueng Meureubo, titik-titik yang diusulkan meliputi Gampong Lhok Guci, Alue Keumang, Sikundo, Lawet, Pante Ceureumen, Lango, Keutambang, Pulo Teungoh, Puuk, Alue Peudeung, Padang Mancang, Padang Sikabu, Meunasah Rayeuk, Alue Tampak, Beureugang, Mesjid Tuha, Pasi Aceh Tunong, Ranto Panyang Barat, dan Pasi Pinang. Nilai anggaran per titik berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp15 miliar.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap agar usulan ini segera mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Pusat, mengingat urgensi dan skala dampak yang ditimbulkan. Pembangunan pengaman tebing sungai ini merupakan langkah strategis untuk melindungi masyarakat, memperkuat ketahanan wilayah, dan menjaga keberlanjutan infrastruktur dasar di Aceh Barat.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan