JAKARTA, Intelijennews.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenkopolhukam) Otto Hasibuan menghadiri dan membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) yang digelar di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Otto mengajak seluruh insan pers untuk terus menjadi penjaga demokrasi dan mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa.
Dalam sambutannya, Otto menegaskan bahwa pers memiliki peran vital dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Media adalah jantung demokrasi. Jika jantungnya bekerja dengan baik, maka kehidupan berdemokrasi juga akan sehat,” ujar Otto disambut tepuk tangan peserta Rakernas.
Otto menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers di era digital saat ini, di mana arus informasi begitu cepat namun sering kali tidak terverifikasi. Ia mengingatkan para jurnalis agar tetap berpegang pada etika jurnalistik dan menjadi benteng kepercayaan publik di tengah maraknya berita bohong dan disinformasi.
“Informasi kini beredar sangat cepat, tapi belum tentu benar. Karena itu, peran jurnalis menjadi penting dalam memilah mana fakta, mana opini, dan mana disinformasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Otto mengajak media untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam menyebarkan informasi pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kemitraan antara pers dan pemerintah tidak boleh dimaknai sebagai upaya mengurangi independensi, melainkan sebagai bentuk sinergi konstruktif demi kepentingan publik.
“Pemerintah terbuka terhadap kritik. Justru dari kritik itulah kami bisa memperbaiki diri. Tapi tentu, kritik harus tetap berlandaskan pada data dan niat baik,” ujarnya.
Otto juga memberikan apresiasi tinggi kepada insan pers yang telah berperan aktif selama masa pandemi COVID-19, khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi.
Selain itu, Otto menekankan pentingnya literasi media di tengah masyarakat agar publik semakin kritis dan cerdas dalam menerima serta menyebarkan informasi. Ia juga mendorong para jurnalis untuk terus berinovasi dalam menyajikan berita yang informatif, menarik, dan edukatif.
“Masyarakat kini lebih suka berita yang informatif tapi tetap menarik. Kreativitas itu penting agar pesan yang disampaikan sampai ke publik,” tambahnya.

Acara pembukaan Rakernas IWO berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Dalam sesi dialog, Otto membuka ruang diskusi dengan para jurnalis dan menegaskan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan media.
“Pers bukan hanya pengamat, tapi bagian dari solusi. Mari kita bersama-sama membangun demokrasi yang sehat dan Indonesia yang lebih baik,” tutup Otto.
Rakernas IWO ini diharapkan menjadi momentum penting bagi insan pers untuk memperkuat komitmen terhadap profesionalisme, integritas, dan peran strategisnya dalam menjaga demokrasi serta mendukung pembangunan nasional yang transparan dan akuntabel. (*/Kabiro Pasangkayu)