INTELIJENNEWS, ACEH BARAT – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Macan Asia Indonesia Kabupaten Aceh Barat, H. Ramli, Ms, menegaskan bahwa negara memiliki kemampuan penuh untuk menangani pemulihan pascabencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun, keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada kesiapan data kerusakan dan korban yang disiapkan pemerintah daerah.
Menurut Ramli, terdapat dua fase krusial dalam penanganan bencana yang tidak akan berjalan optimal tanpa data akurat dan terverifikasi:
– Rehabilitasi, yang berfokus pada pemulihan fungsi dasar layanan publik serta kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.
– Rekonstruksi, yang bertujuan membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak, bahkan dengan kualitas lebih baik dari sebelumnya.
“Dampak banjir memang besar, tetapi dengan seluruh sumber daya yang dimiliki, negara sangat mampu melakukan pemulihan. Yang harus segera dilakukan pemerintah daerah adalah menyiapkan data korban, fasilitas umum yang rusak, serta harta benda masyarakat terdampak agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat dan tepat,” tegas Ramli.
Ramli menilai pemerintah pusat telah menunjukkan langkah nyata dalam pemulihan. Di Aceh, sejumlah fasilitas vital seperti jalan dan jembatan telah diperbaiki meski masih bersifat darurat, sehingga kembali bisa digunakan untuk distribusi logistik. Transportasi udara juga dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
“Upaya pemulihan sudah terlihat nyata. Infrastruktur vital mulai difungsikan kembali dan akses logistik terus dibuka. Tinggal bagaimana pemerintah daerah lebih aktif menyampaikan data korban dan kerusakan agar proses rehab-rekon benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
DPC Macan Asia Indonesia Kabupaten Aceh Barat mendorong pemerintah pusat membentuk badan ad hoc khusus percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana hidrometeorologi, serupa dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Pascatsunami Aceh 2004.
“Kami mendorong pembentukan badan ad hoc seperti BRR. Apalagi Presiden Prabowo telah beberapa kali turun langsung ke Aceh, ini menunjukkan komitmen serius negara. Dengan sumber daya yang ada dan kepemimpinan yang kuat, kami yakin negara mampu memulihkan kondisi pascabencana ini,” tambah Ramli.
Ramli menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, relawan, dan lembaga yang telah bergerak cepat membantu korban banjir. Solidaritas ini mencerminkan nilai gotong royong dan semangat Pancasila yang masih hidup kuat di tengah masyarakat Indonesia.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu tanpa pamrih. Solidaritas kemanusiaan ini adalah wajah sejati bangsa Indonesia. Di saat yang sama, masyarakat juga harus tetap aktif melakukan pengawasan, memberi kritik, dan masukan kepada pemerintah agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.
Dewan Pengawas Macan Asia Indonesia bersama DPC Aceh Barat terus mengawal semua bentuk bantuan kemanusiaan. Donasi dari para donatur disalurkan melalui posko resmi penanggulangan bencana Aceh dan langsung didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Ramli menegaskan, jika ada masyarakat yang belum menerima bantuan, mereka dapat melaporkan kepada DPC MAI Aceh Barat. Bantuan akan segera diupayakan, dan pihak-pihak yang menahan atau menyalahgunakan bantuan akan diminta pertanggungjawaban, baik secara hukum maupun moral.
Selain itu, DPC MAI Aceh Barat juga merencanakan penyaluran bantuan ke daerah lain yang terdampak, sekaligus melakukan verifikasi lapangan di wilayah yang belum terjangkau.
“Insya Allah DPC MAI Aceh Barat selalu hadir di tengah masyarakat. Kami pastikan semua bantuan tepat sasaran dan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari pendistribusian. Kami akan terus memantau dan mengawal logistik agar benar-benar sampai kepada korban bencana. Kami sebagai garda terdepan tetap mendukung program Presiden RI sampai pemulihan tuntas, dan terus berkiprah dalam misi kemanusiaan,” tegas Ramli.
DPC Macan Asia Indonesia Aceh Barat mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bijak, tidak terprovokasi isu negatif, fitnah, atau hoaks yang dapat menghambat pemulihan.
“Mari kita kawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Jangan terprovokasi oleh narasi yang melemahkan pemerintah. Kita harus menjaga persatuan, mendukung kepemimpinan nasional, dan memastikan NKRI tetap kokoh. Jika rakyat kuat, Insya Allah negara akan berdiri dengan teguh,” tutup Ramli.
“Harimau Mengaum”
“Garuda Mengangkasa”
“Bhinneka Tunggal Ika.”
Tim Intelijennews.