Maluku,Maluku. Intelijennews.com – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang terus mengubah pola hidup masyarakat, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.
Pesan itu mengemuka dalam pembukaan Pentas Seni TK Negeri Pembina Langgur bertema “Anak Hebat Cinta Kearifan Lokal”, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, yang membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun.
Di hadapan para guru, orang tua murid, dan tamu undangan, Bupati menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya menjadi slogan atau tanggung jawab para tokoh adat semata. Upaya menjaga identitas daerah harus dimulai dari ruang-ruang pendidikan, bahkan sejak anak berada di bangku taman kanak-kanak.
“Pendidikan usia dini bukan hanya tentang membaca dan berhitung. Lebih dari itu, ini adalah fase penting untuk membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai budaya, dan membangun rasa bangga terhadap jati diri daerah,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati.
Menurutnya, Maluku Tenggara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari bahasa daerah, adat istiadat, seni tradisional hingga nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur. Kekayaan tersebut harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus agar tidak terkikis oleh perubahan zaman.
Karena itu, tema “Anak Hebat Cinta Kearifan Lokal” dinilai bukan sekadar tema seremonial, melainkan sebuah pesan penting bahwa masa depan budaya Maluku Tenggara berada di tangan generasi muda yang hari ini sedang tumbuh dan belajar.
Melalui tarian tradisional, lagu daerah, permainan rakyat, dan berbagai pertunjukan bernuansa budaya lokal yang ditampilkan dalam pentas seni tersebut, anak-anak TK Negeri Pembina Langgur dinilai telah menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya dapat ditanamkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan edukatif.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik yang terus berinovasi menghadirkan pendidikan berbasis karakter dan budaya lokal.
“Guru tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga membentuk identitas generasi masa depan. Apa yang dilakukan TK Negeri Pembina Langgur hari ini adalah investasi budaya yang sangat berharga bagi daerah ini,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Apresiasi serupa diberikan kepada para orang tua yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperkenalkan budaya daerah kepada anak-anak melalui lingkungan keluarga. Pemerintah berharap sinergi antara sekolah dan keluarga terus diperkuat agar nilai-nilai budaya tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Pentas seni yang berlangsung meriah tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas anak-anak, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga budaya daerah harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Di tengah tantangan modernisasi yang kian kuat, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan berbasis kearifan lokal sebagai fondasi membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan tetap bangga terhadap identitas budayanya.
Dengan semangat itulah, Pentas Seni TK Negeri Pembina Langgur resmi dibuka, membawa pesan bahwa budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi masa depan yang harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan.
JCS