Intelijen News,Pare pare – Komisi II DPRD Kota Parepare mengungkap temuan dugaan manipulasi data domisili dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Hasil monitoring lapangan yang dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare menemukan lebih dari 20 orang tua calon siswa diduga mengakali titik koordinat lokasi rumah untuk meningkatkan peluang lolos melalui jalur domisili.
Ketua Komisi II DPRD Parepare, Satria Parman Agoes Mante, mengatakan praktik tersebut diduga menjadi salah satu penyebab sejumlah calon siswa yang berdomisili lebih dekat dengan sekolah justru tidak lolos pada jalur domisili atau zonasi.
“Dari hasil monitoring ditemukan ada lebih dari 20 orang yang diduga mencoba memanipulasi data domisili dalam proses penerimaan siswa baru,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, dugaan manipulasi tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh orang tua calon siswa dengan mengubah atau menyesuaikan titik koordinat alamat agar terlihat lebih dekat dengan sekolah tujuan.
DPRD Parepare meminta Disdikbud melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap data yang terindikasi bermasalah.
Selain itu, pihaknya juga mendorong penerapan sanksi tegas bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran guna menjaga integritas dan keadilan dalam pelaksanaan SPMB.
Parman menegaskan bahwa proses penerimaan siswa baru harus berlangsung secara transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Disdikbud Parepare diharapkan segera menindaklanjuti hasil temuan tersebut untuk memastikan tidak ada calon siswa yang dirugikan akibat praktik manipulasi data domisili.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut hak peserta didik dalam memperoleh akses pendidikan yang adil dan sesuai dengan aturan penerimaan siswa baru yang telah ditetapkan pemerintah.
( Tim Redaksi )