ACEH BARAT : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar Anugerah Inovasi Daerah (AID) Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi dan kompetisi terbuka bagi perangkat daerah serta pemerintah gampong dalam melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program tahunan yang digagas oleh Bappeda Aceh Barat sejak tahun 2022 ini telah menjadi indikator utama penguatan budaya inovasi di tingkat lokal.
Kemal Pasya, S.IP., MPA, Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Daerah Bappeda Aceh Barat, mewakili Kepala Bappeda, menegaskan bahwa AID bukan sekadar lomba, melainkan ruang aktualisasi gagasan dan solusi dari birokrasi maupun desa.
“Ajang ini adalah wadah untuk menampilkan karya terbaik yang lahir dari semangat perubahan. Inovasi sederhana pun bisa berdampak besar jika memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh perangkat daerah dan pemerintah gampong untuk berpartisipasi aktif. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Aceh Barat mampu bersaing dan berinovasi,” tegas Kemal.
Sejak pertama kali digelar, Pemkab Aceh Barat telah memberikan penghargaan kepada 12 inovasi terbaik dan 21 inisiator dari berbagai unsur, termasuk UMKM lokal yang turut memperkuat promosi produk daerah. Konsistensi pelaksanaan AID terbukti berkontribusi langsung terhadap peningkatan Indeks Inovasi Daerah (IID) Aceh Barat. Skor IID meningkat dari 47,21 pada tahun 2022, menjadi 52,95 di tahun 2023, dan kembali naik menjadi 59,19 pada tahun 2024. Laporan sementara IID 2025 yang telah disampaikan ke BSKDN Kemendagri menunjukkan skor 62,36, membuka peluang besar bagi Aceh Barat untuk meraih predikat “Sangat Inovatif”.
“Lebih dari sekadar angka, yang terpenting adalah bagaimana inovasi menjawab kebutuhan riil masyarakat. Budaya inovasi di Aceh Barat semakin mengakar dan berkelanjutan,” tambah Kemal.
Rangkaian pelaksanaan AID 2025 dimulai dengan pendaftaran peserta pada 1 hingga 19 September. Penginputan data dukung berlangsung dari 22 September hingga 18 Oktober. Penilaian data dukung dilakukan pada 20 hingga 24 Oktober, dilanjutkan dengan penilaian implementasi inovasi pada 3 hingga 7 November. Malam penganugerahan dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2025.
Peserta yang dapat mengikuti ajang ini meliputi ASN dengan proyek perubahan di unit kerja, ASN lainnya yang memiliki inovasi, serta pemerintah gampong dengan inovasi teknologi tepat guna atau usaha BUMG. Seluruh karya akan dinilai oleh Tim Penilai Independen yang terdiri dari unsur LAN RI, Pemerintah Aceh, akademisi, media, dan organisasi kepemudaan.
Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyiapkan total hadiah senilai Rp92 juta, berupa piagam, plakat, dan uang pembinaan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap semangat inovasi yang ditampilkan melalui AID 2025 dapat melahirkan praktik terbaik yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat posisi Aceh Barat sebagai daerah yang progresif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan.
Tim Intelijennews.