SELAYAR,Intelijen News – Di balik ganasnya ombak yang menelan KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, tersimpan kisah yang membuat siapa pun menundukkan kepala.
Bukan tentang kepanikan semata, melainkan tentang cinta seorang kakek yang begitu besar hingga rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan cucu tercinta.
Rabu pagi (15/7), perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas berubah menjadi mimpi buruk.
KM Nurul Salsa yang berlayar dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng dilaporkan mengalami mati mesin di tengah laut sebelum akhirnya tenggelam.
Puluhan penumpang berjuang melawan gelombang, berharap pertolongan segera datang.
Di tengah kepanikan itu, Umar, seorang kakek berusia 80 tahun, tidak memikirkan keselamatan dirinya.
Dengan tangan yang mulai melemah dan tubuh yang dimakan usia, ia justru melepaskan jaket pelampung yang dikenakannya dan memakaikannya kepada sang cucu, Naura (13).
Tak ada kata-kata panjang.
Tak ada tangisan yang terdengar.
Hanya tatapan penuh kasih seorang kakek yang seolah berkata, “Selamatlah, Nak. Biarkan Kakek yang menghadapi semuanya.”
Momen mengharukan tersebut sempat diabadikan dalam sebuah foto yang kemudian dikirim kepada keluarga.
Foto itu menjadi saksi bisu betapa cinta orang tua dan kakek-nenek kepada anak cucunya tidak pernah mengenal batas, bahkan ketika maut sudah berada di depan mata.
Beberapa saat setelah foto itu dikirim, komunikasi dengan para penumpang terputus.
Sejak itulah keluarga hanya bisa menunggu kabar dengan hati yang dipenuhi doa dan harapan.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih berjibaku menyisir lautan untuk mencari para korban yang belum ditemukan.
Setiap menit yang berlalu menjadi penantian panjang bagi keluarga yang berharap orang-orang tercinta dapat kembali.
Kisah Umar bukan hanya tentang sebuah tragedi, tetapi juga tentang makna cinta yang sesungguhnya.
Di saat banyak orang berjuang menyelamatkan diri, ia memilih memberikan kesempatan hidup kepada cucunya.
Pengorbanan itu menjadi bukti bahwa kasih sayang seorang kakek tidak dapat diukur dengan apa pun.
Tragedi KM Nurul Salsa telah meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga.
Namun di antara duka yang menyelimuti, kisah Umar akan selalu dikenang sebagai simbol ketulusan, pengorbanan, dan cinta tanpa syarat.
Semoga seluruh korban yang telah berpulang mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan proses pencarian terhadap korban yang masih hilang dapat segera membuahkan hasil.
Karena di balik setiap angka korban, ada keluarga yang masih menanti kepulangan orang yang mereka cintai.
( Tim Redaksi )