
Intelijennews.com, Makassar – Sejumlah aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026).
Aksi ini merupakan respons atas beredarnya sebuah video di media sosial yang diduga memperlihatkan oknum Kepala Unit (Kanit) Narkoba berada di tempat hiburan malam (THM) dan menjadi perbincangan publik.

Sejak sore hari, massa aksi mulai berkumpul di depan Mapolda dengan membawa spanduk, poster, serta pengeras suara.
Baca juga : https://www.intelijennews.com/oknum-anggota-polda-sulsel-diduga-bikin-onar-di-tempat-hiburan-malam-kawasan-kima-raya/
Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap oknum yang dimaksud, guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Koordinator lapangan dalam orasinya menyampaikan bahwa video viral tersebut telah memicu keresahan di tengah masyarakat.
Ia menilai, jika benar sosok dalam video tersebut merupakan aparat yang bertugas di bidang pemberantasan narkoba, maka hal itu berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta merusak citra institusi.
“Kami tidak ingin berspekulasi, tetapi kami meminta transparansi. Jika benar yang bersangkutan adalah anggota aktif dan memiliki jabatan strategis di satuan narkoba, maka harus ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Mahasiswa juga menyoroti pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas aparat penegak hukum.
Mereka meminta agar pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya di tingkat daerah, segera mengambil langkah evaluasi dan tidak menutup-nutupi kasus yang tengah menjadi perhatian publik.
Selain tuntutan pencopotan jika terbukti bersalah, massa juga mendesak dilakukannya pemeriksaan etik dan disiplin secara terbuka.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, terutama dalam upaya pemberantasan narkotika yang selama ini menjadi isu krusial.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Sejumlah personel disiagakan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi, sementara sebagian lainnya membentangkan poster berisi kritik dan tuntutan.
Sempat terjadi ketegangan ringan saat massa mencoba mendekati pintu gerbang untuk meminta audiensi dengan pihak kepolisian.
Namun, aparat yang berjaga melakukan pendekatan persuasif sehingga situasi tetap terkendali dan tidak terjadi bentrokan.
Perwakilan mahasiswa juga berupaya menyerahkan pernyataan sikap kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.
Mereka berharap adanya respons resmi yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi lebih luas di masyarakat.
Hingga aksi berakhir, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Sulawesi Selatan terkait identitas sosok dalam video maupun langkah yang akan diambil.
Meski demikian, pihak kepolisian disebut akan menampung aspirasi yang disampaikan dan memprosesnya sesuai mekanisme yang berlaku.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini.
Mereka juga membuka kemungkinan untuk kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak ada kejelasan atau tindakan tegas dari pihak berwenang.
Aksi ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan isu integritas aparat penegak hukum di tengah upaya pemberantasan narkotika.
Mahasiswa berharap, melalui aksi tersebut, pihak kepolisian dapat menunjukkan komitmen dalam menegakkan disiplin internal serta menjaga kepercayaan publik.
Rahmat jafar