INTELIJENNEWS, ACEH BARAT – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat menyampaikan dukungan penuh terhadap aspirasi masyarakat Kecamatan Woyla Timur yang mengusulkan peningkatan status Puskesmas Tangkeh menjadi fasilitas Rawat Inap.
Anggota DPRK dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa usulan tersebut berangkat dari banyaknya keluhan warga terkait minimnya layanan kesehatan dasar serta jauhnya akses ke rumah sakit rujukan di Meulaboh. Ia menekankan bahwa ini merupakan kebutuhan mendesak yang patut segera direspons oleh Pemerintah Daerah, masyarakat di daerah pelosok seperti Woyla Timur berhak atas layanan kesehatan yang cepat, layak, dan memadai. Peningkatan status ini sangat penting, terlebih karena jarak tempuh menuju rumah sakit rujukan jauh dan akses transportasi kerap terhambat, terutama saat musim hujan,” ujar Ahmad Yani.
Dengan adanya fasilitas rawat inap, pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk penanganan awal. Layanan ini diproyeksikan mampu mempercepat penanganan kondisi darurat serta menurunkan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis.
Ahmad Yani turut mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Kesehatan untuk segera menyusun kajian kebutuhan sarana dan prasarana, menambah tenaga medis yang kompeten, serta mengalokasikan anggaran secara bertahap dalam APBK untuk pembangunan fasilitas, pengadaan alat kesehatan, dan operasional, langkah ini adalah bagian dari komitmen kami di DPRK Aceh Barat untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata, terutama bagi masyarakat terpencil yang selama ini terpinggirkan. Kesehatan adalah hak dasar semua warga, tanpa diskriminasi berdasarkan jarak atau lokasi,” tegasnya.
Dukungan serupa disampaikan oleh Organisasi Masyarakat Aceh Barat (FORMAT), menyusul permintaan yang juga datang dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Woyla Timur, dalam keterangan resmi,FORMAT melalui Humas, T. Ediman Saputra, SH menuturkan bahwa meski terdapat regulasi yang membatasi fungsi puskesmas sebagai fasilitas promotif dan preventif, kebutuhan komprehensif di daerah terpencil menjadi landasan kuat untuk dilakukan penyesuaian. Puskesmas Tangkeh sepatutnya memiliki fasilitas rawat inap, sebagaimana puskesmas lainnya di Aceh Barat. Akses ke RS Cut Nyak Dhien Meulaboh sangat sulit, baik dari sisi jarak, waktu, maupun biaya. Fasilitas rawat inap bisa menjadi solusi sementara bagi pasien yang membutuhkan penanganan intensif sebelum dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap,” terang Ediman.
Ia menambahkan bahwa beberapa kasus medis memerlukan observasi dan penanganan intensif yang tak bisa dipenuhi melalui layanan rawat jalan saja. Kehadiran ruang rawat inap memungkinkan tenaga medis memberikan pemantauan dan penanganan lebih cepat dan tepat. FORMAT juga menyadari bahwa pelaksanaan layanan rawat inap memerlukan penyesuaian regulasi serta penyediaan sumber daya tambahan, seperti ruang rawat, tenaga kesehatan, dan peralatan medis.
Kami sepenuhnya mendukung adanya layanan rawat inap di Puskesmas Tangkeh sebagai bentuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pemenuhan hak masyarakat, terutama di daerah sulit dijangkau seperti Woyla Timur. Layanan ini juga membuka akses kesehatan 24 jam bagi masyarakat,” pungkas Ediman, yang juga dikenal sebagai tokoh muda Woyla.
Tim Intelijennews.