INTELIJENNEWS, ACEH BARAT – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu, 26 November 2025, menyebabkan dampak luas di sepuluh kecamatan dengan total 30.884 jiwa terdampak. Pemerintah kabupaten melalui BPBD Aceh Barat menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 695 dan 696 Tahun 2025.
Berdasarkan data Pusdalops hingga Senin, 1 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, banjir merendam 121 gampong, merusak rumah, fasilitas umum, serta memutus sejumlah akses jalan dan jembatan.
Peningkatan debit air di DAS Krueng Woyla dan Krueng Meureubo akibat hujan deras dan angin kencang menjadi pemicu utama banjir. Kecamatan paling terdampak antara lain Kaway XVI, Arongan Lambalek, Woyla Barat, dan Johan Pahlawan.
Total warga terdampak sebanyak 9.467 KK atau 30.884 jiwa, dengan pengungsian tersebar di beberapa titik. Sebagian warga mulai kembali ke rumah, namun masih banyak yang bertahan di posko karena kondisi rumah belum memungkinkan ditempati.
Kerusakan Meluas: Jalan Putus, Jembatan Ambruk, Sekolah Terendam
Banjir menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur. Sedikitnya:
243 rumah terdampak (40 rusak berat, 99 rusak sedang, 104 rusak ringan)
42 sekolah terdampak
Banyak jembatan gantung di Pante Ceureumen, Sungai Mas, Woyla Timur, hingga Panton Reu rusak berat dan tak dapat dilalui
Sejumlah ruas jalan, termasuk Lawet – Canggai dan Pulo Teungoh – Sikundo, putus total
Sawah seluas 2.176 hektare terendam
63 ekor ternak hanyut atau hilang
Di Kecamatan Pante Ceureumen, kerusakan paling parah terjadi di Gampong Jambak, Lawet, dan Sikundo, termasuk rumah hanyut, jalan irigasi rusak, serta jembatan yang roboh dihantam arus sungai.
Tim BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan berbagai unsur lainnya terus melakukan evakuasi serta pendistribusian logistik. Rubber boat dikerahkan di beberapa lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir, termasuk di Sungai Mas dan Pante Ceureumen.
Dapur umum didirikan di Gampong Tungkop, sementara posko pengungsian dibuka di Gampong Pasi Leuhan. Bantuan logistik disalurkan ke kecamatan-kecamatan terdampak, termasuk daerah terisolir seperti Gampong Sikundo.
Pada Jumat, 28 November, Bupati Aceh Barat bersama BPBD turun langsung menyerahkan bantuan ke sejumlah kecamatan. Posko Komando juga menerima bantuan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta.
Meski air mulai surut di beberapa wilayah, lumpur tebal masih menutupi rumah, fasilitas pendidikan, perkantoran gampong, dan tempat ibadah. Tim Damkar dan relawan terus melakukan pembersihan di Sungai Mas, Woyla, Arongan Lambalek, dan Kaway XVI.
Sementara itu, akses menuju beberapa gampong masih tertutup lumpur dan material kayu, menyulitkan upaya distribusi logistik.
BPBD melaporkan sejumlah kendala, antara lain:
jalan yang masih terputus
jaringan listrik dan internet terganggu
medan berbukit menuju daerah terisolir menyulitkan mobilisasi
beberapa ruas jalan tertimbun lumpur dan longsor
Kalaksa BPBD bersama tim TRC bahkan sempat terjebak di Kecamatan Pante Ceureumen saat menuju Desa Sikundo untuk menyalurkan bantuan.
Senin, 1 Desember 2025, Bupati Aceh Barat bersama Forkopimda melakukan rapat koordinasi di Posko Komando BPBD Aceh Barat untuk mempercepat langkah penanganan dan pemulihan pasca banjir.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta terus melaporkan kondisi di lapangan kepada Pusdalops.
Tim Intelijennews.