Intelijen News.ComMakassar —Niat seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara berinisial MA (21) untuk mencari pekerjaan di Makassar justru berubah menjadi pengalaman pahit yang membekas dalam hidupnya.
Korban diduga menjadi korban penyekapan, kekerasan seksual, dan pencurian yang dilakukan seorang pria berinisial FR (33).
Setelah sempat melarikan diri keluar daerah menggunakan jalur laut, pelaku akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Penangkapan dilakukan oleh Tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar yang bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban setelah berhasil keluar dari situasi yang dialaminya.
“Pelaku berhasil diamankan saat kapal bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak.
Saat dilakukan pengembangan, pelaku sempat mencoba melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur,” ujar Kombes Pol Arya Perdana, Minggu (17/5/2026).
Dari hasil penyelidikan, korban awalnya mengenal pelaku melalui media sosial setelah melihat informasi lowongan pekerjaan yang dipasang pelaku.
Dengan harapan memperoleh pekerjaan, korban kemudian datang ke Makassar dan mendatangi rumah yang telah disiapkan pelaku.
Namun sesampainya di lokasi, korban diminta tinggal sementara dengan alasan pekerjaan belum dapat dimulai.
Selama beberapa hari, korban diminta membantu pekerjaan rumah tangga sebelum akhirnya diduga mengalami tindak kekerasan dan penyekapan.
Selain mengalami kekerasan, korban juga kehilangan sejumlah barang berharganya, termasuk uang, telepon genggam, dan kendaraan bermotor.
Polisi mengungkap, rumah yang digunakan pelaku merupakan rumah sewa harian yang sengaja dipakai untuk menjalankan aksinya. Pelaku juga diketahui masih aktif menyebarkan informasi lowongan kerja melalui media sosial dan diduga berencana melakukan aksi serupa di kota lain.
Rahmat Djafar,SE