Intelijen News, Makassar – Pemerintah Kota Makassar memastikan korban aksi geng motor di kawasan Ablam mendapatkan pelayanan medis maksimal tanpa dipungut biaya.
Seorang bocah berinisial H (13), yang menjadi korban kekerasan jalanan tersebut, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar dengan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Pemkot Makassar melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
Korban sebelumnya sempat mendapat penanganan awal di RS Pelamonia sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Daya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Tim medis saat ini terus melakukan penanganan intensif guna memulihkan kondisi korban yang mengalami luka serius akibat aksi brutal geng motor tersebut.
Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. A. Any Muliany, menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak membebankan biaya apa pun kepada korban maupun keluarganya.
“Seluruh pelayanan medis diberikan secara gratis. Tidak ada tagihan kepada pasien korban geng motor di Ablam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar memang telah menyiapkan anggaran khusus melalui Jamkesda untuk membantu korban kekerasan jalanan, kecelakaan, maupun kasus darurat lainnya yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.
Saat ini kondisi korban masih terus dipantau oleh tim dokter.
Sejumlah tindakan medis telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan laboratorium, transfusi darah, hingga pemeriksaan radiologi sebagai persiapan tindakan operasi.
Di tengah maraknya aksi geng motor yang meresahkan masyarakat, langkah cepat Pemkot Makassar memberikan jaminan pengobatan gratis mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dan tidak boleh terhambat oleh persoalan biaya pengobatan.
Kasus ini pun kembali menjadi perhatian publik sekaligus pengingat pentingnya pengawasan terhadap aksi kriminal jalanan yang semakin meresahkan masyarakat, khususnya pada malam hari.
Tim Redaksi Rahmat Jafar